• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 22 Agustus 2014
Tribunnews.com

Harga Sayur Diprediksi Dorong Inflasi Pontianak

Senin, 29 April 2013 20:10 WIB
Harga Sayur Diprediksi Dorong Inflasi Pontianak
Sayur mayur

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Perwakilan Bank Indonesia Kalbar memprediksi inflasi Kota Pontianak sepanjang April 2013 ada di kisaran 0,7 persen-1,2 persen.

Realisasi Inflasi tahun berjalan Kota Pontianak hingga Maret 2013 sebesar 2,08 persen (year to date/ytd), lebih rendah dibandingkan inflasi tahun berjalan nasional yang sebesar 2,43 persen (ytd).

Dhika Arya Perdana, peneliti Ekonomi Muda Kantor Perwakilan BI Kalbar, mengatakan terkendalinya inflasi Kota Pontianak pada kuartal I 2013 disebabkan oleh lebih rendahnya inflasi beras dan ongkos angkutan udara.

"Meskipun demikian, risiko tekanan inflasi diperkirakan masih cukup besar yang berasal dari kenaikan harga sayur dan buah impor serta rencana kenaikan tarif BBM," ujarnya kepada Tribun, Senin (29/04/2013).

Dhika memaparkan, hasil pantauan harga kebutuhan pangan di empat pasar tradisional di Pontianak oleh tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat hingga minggu keempat bulan April menunjukkan, bahwa tren kenaikan harga sebagian besar bahan pangan masih akan berlanjut.

Kelompok bahan pangan pokok, dari 6 jenis beras yang dipantau, kenaikan harga terbesar terjadi pada beras IR42 yaitu sebesar 4,32 persen. Sementara beras IR64 mengalami inflasi yang lebih kecil yaitu sebesar 2,20 persen. Satu-satunya jenis beras yang mengalami deflasi adalah jenis Siam yang mengalami penurunan harga rata-rata sebesar 0,02 persen.

Pada kelompok bumbu-bumbuan, harga komoditas cabai segar terpantau mengalami kenaikan, terutama jenis cabe rawit yang mengalami inflasi 24,8 persen dan cabe merah yang mengalami inflasi 4,73 persen. Komoditas hortikultura yang juga mengalami inflasi adalah bawang merah sebesar 26,62 persen.

Kondisi sebaliknya dialami oleh komoditas bawang putih yang mengalami deflasi menyusul langkah pemerintah untuk mempercepat proses impor komoditas tersebut. Harga bawang putih di Kota Pontianak terpantau turun sebesar 21,95 persen, jelasnya.

Sementara komoditas peternakan, hanya harga telur ayam ras yang terpantau mengalami penurunan sebesar 4,46 persen. Adapun harga komoditas daging ayam ras meningkat sebesar 10,88 persen. Komoditas lainnya yang juga terpantau mengalami kenaikan harga adalah daging sapi murni sebesar 1,07 persen.

"Khusus komoditas daging sapi murni, kenaikan harga terjadi terus menerus selama setahun terakhir. Kondisi tersebut diduga disebabkan minimnya pasokan daging sapi lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Dhika menambahkan, pada komoditas perikanan, hanya ikan gembung yang mengalami deflasi yaitu sebesar 7,52 persen. Adapun jenis ikan lainnya mengalami inflasi, kenaikan harga ikan terbesar terpantau dialami oleh ikan tenggiri sebesar 8,95 persen. Sedangkan ikan tongkol dan ikan bawal mengalami kenaikan harga masing-masing sebesar 7,62 persen dan 6,69 persen.

Sedangkan komoditas non pangan, harga ongkos angkutan udara terpantau meningkat bersamaan dengan arus balik sembahyang kubur pada akhir Maret hingga awal April. Karena diperkirakan pada April Kota Pontianak akan mengalami inflasi pada kisaran 0,7-1,2 persen.

Editor: sanusi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1725862 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas