Rabu, 28 Januari 2015
Tribunnews.com

Harga Sayur Diprediksi Dorong Inflasi Pontianak

Senin, 29 April 2013 20:10 WIB

Harga Sayur Diprediksi Dorong Inflasi Pontianak
Sayur mayur

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Perwakilan Bank Indonesia Kalbar memprediksi inflasi Kota Pontianak sepanjang April 2013 ada di kisaran 0,7 persen-1,2 persen.

Realisasi Inflasi tahun berjalan Kota Pontianak hingga Maret 2013 sebesar 2,08 persen (year to date/ytd), lebih rendah dibandingkan inflasi tahun berjalan nasional yang sebesar 2,43 persen (ytd).

Dhika Arya Perdana, peneliti Ekonomi Muda Kantor Perwakilan BI Kalbar, mengatakan terkendalinya inflasi Kota Pontianak pada kuartal I 2013 disebabkan oleh lebih rendahnya inflasi beras dan ongkos angkutan udara.

"Meskipun demikian, risiko tekanan inflasi diperkirakan masih cukup besar yang berasal dari kenaikan harga sayur dan buah impor serta rencana kenaikan tarif BBM," ujarnya kepada Tribun, Senin (29/04/2013).

Dhika memaparkan, hasil pantauan harga kebutuhan pangan di empat pasar tradisional di Pontianak oleh tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat hingga minggu keempat bulan April menunjukkan, bahwa tren kenaikan harga sebagian besar bahan pangan masih akan berlanjut.

Kelompok bahan pangan pokok, dari 6 jenis beras yang dipantau, kenaikan harga terbesar terjadi pada beras IR42 yaitu sebesar 4,32 persen. Sementara beras IR64 mengalami inflasi yang lebih kecil yaitu sebesar 2,20 persen. Satu-satunya jenis beras yang mengalami deflasi adalah jenis Siam yang mengalami penurunan harga rata-rata sebesar 0,02 persen.

Halaman12
Editor: sanusi
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas