Sabtu, 25 April 2015
Tribunnews.com

Pengusaha Terompet Pernah Dianggap Pengemis

Selasa, 30 April 2013 16:30 WIB

Pengusaha Terompet Pernah Dianggap Pengemis
SERAMBI INDONESIA/BUDI FATRIA
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arifin Al Alamudi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kisah Riki Toreh dan ayahnya Zul Toreh merintis industri barang bekas tentu tak semudah yang dipikirkan. Banyak tantangan dan berulang kali mengalami kegagalan.

Dari semua kisah sulit itu, Zul Toreh bercerita ia pernah dianggap sebagai pengemis dan diberikan uang receh oleh orang. Itu terjadi sembilan tahun lalu, saat baru memulai belajar membuat terompet dari botol minuman bekas.

Kala itu ia datang ke Medan untuk membeli beberapa keperluan membuat terompet ke toko elektronik di Jalan Cirebon. Saat memasuki toko, Zul yang mengenakan tongkat karena kecelakaan tahun 90-an, tiba-tiba diberikan uang receh oleh pemilik toko.

Ia terkejut dan mengembalikan uang tersebut sambil mengatakan bahwa ia datang untuk membeli bukan mengemis. Pemilik toko pun balik terkejut dan menanyakan barang apa yang ingin dibeli Zul dan untuk keperluan apa.

Zul Toreh menjelaskan ingin membeli beberapa peralatan untuk membuat terompet dari barang bekas. Sontak si pemilik toko tertarik dan menawarkan untuk meminjamkan modal kepada Zul.

Hingga kini kerja sama keduanya masih terjalin. Pernak-pernik Natal, Tahun Baru, dan Lebaran hasil karya Zul Toreh hingga kini terus dijual di toko elektronik tersebut.

Halaman123
Editor: sanusi
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas