• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 21 Agustus 2014
Tribunnews.com

Potensi Panas Bumi di Samosir Siap Dilelang

Rabu, 1 Mei 2013 07:39 WIB
Potensi Panas Bumi di Samosir Siap Dilelang
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Ilustrasi: Gas buang keluar dari pipa panas bumi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng yang dikelola PT Geo Dipa Energi di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (14/4/2013). Potensi panas bumi di Dieng sebagai energi terbarukan sebenarnya sangat besar, yakni mencapai 400 megawatt.

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Beberapa Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Panas Bumi yang tersebar di beberapa wilayah Sumatera Utara akan segera dilelang pemerintah tahun ini. Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumut mengakui sudah banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya, namun masih menunggu kepastian WKP dari pemerintah pusat. 

Salah satu dari WKP yang siap dilelang adalah potensi energi panas bumi di Simbolon Kabupaten Samosir, dengan prediksi kapasitas mencapai 110 Megawatt (MW).

Kegiatan pengembangan lapangan panas bumi yang berpotensi di Sumut jumlah sumber daya spekulatifnya mencapai 1500 MW. Pelelangan tersebut dilakukan sebagai survey pendahuluan mengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan nilai investasi sekitar 200 juta dolar AS. 

Tercatat, potensi panas bumi ini ada di enam kabupaten yakni Karo, Simalungun, Tapanuli Utara (Taput), Tapanuli Selatan (Tapsel), Padang Lawas (Palas) dan Mandailing Natal (Madina). Dengan sumber daya spekulatif 1.500 MW, sumber daya hipotetik 170 MW, cadangan terduga 1.857 MW, cadangan terbukti 840 MW dan kapasitas terpasang sebesar 12 MW.

"Untuk Samosir memang masih menunggu keputusan. Kalau sudah selesai, maka akan segera dilelang dengan skema kerjasama dengan pemerintah. Sudah banyak investor yang tertarik untuk itu," kata Kadistamben Sumut, Binsar Situmorang kepada Tribun, Selasa (30/4/2013) di Medan.

Ia menjelaskan perusahaan yang telah melakukan kegiatan pengembangan lapangan panas bumi di Sumut saat ini yakni Sarulla Operation Limited di Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu Taput dengan kapasitas total 330 MW atau masing-masing satu unit 1x110 MW di Silangkitang dan 2x110 MW di Namorailangit yang direncanakan Juni 2015 sudah beroperasi.

Kemudian Pertamina Geothermal Energi Area Panas Bumi Sibayak yang kegiatannya di Kabupaten Karo dengan kapasitas 40 MW. Kemajuan proyek pengembangan lapangan uap dan PLTP Sibayak telah dikembangkan kapasitas terpasang 2x5 MW yang dikelolah PT Dizamatra.

Tiga, perusahaan PT Sorik Merapi Geothermal di Kabupaten Madina dengan luas 62.900 hektare berdasarkan keputusan Menteri ESDM nomor 2963K/30/MEM/2008 tanggal 30 Desember 2008. Saat ini Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) sudah dilelang dan memasuki tahap eksplorasi yang direncanakan tahun 2016 telah beroperasi 80 MW.

"Kami berharap tahun ini sudah bisa dilakukan pelelangan. Soalnya meski memiliki kandungan panas di dalam bumi yang cukup besar, pemanfaatannya akan dilakukan secara bertahap. Operasinya tidak bisa dalam waktu dekat, kemungkinan sekitar 4 sampai 5 tahun lagi," katanya. 

Direktur Panas Bumi, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Tisnaldi dalam SOP Lelang Panas Bumi yang diterbitkannya memaparkan proses pelelangan mulai dari  awal hingga akhir bisa memakan waktu hampir setahun alias sekitar 240 hari.(ers)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas