• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Nilai Tukar Petani Kalbar Turun 0,12 Persen

Jumat, 3 Mei 2013 14:51 WIB
Nilai Tukar Petani Kalbar Turun 0,12 Persen
Kompas.com
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Barat (Kalbar) pada April 2013 mengalami penurunan 0,12 persen, sedangkan NTP nasional naik sebesar 0,01 persen. Penurunan NTP juga terjadi pada provinsi lainnya di Pulau Kalimantan, antara lain Kalteng turun 0,13 persen, Kalsel turun 0,52 persen, dan Kaltim turun 0,27 persen.

Kepala Badan Statistik (BPS) Kalbar, Badar, mengatakan NTP Gabungan April 2013 Kalbar sebesar 98,48 poin turun 0,11 poin atau berubah 0,12 persen dibandingkan NTP Maret 2013 yaitu 98,59 poin.

"Penurunan disebabkan karena indeks harga yang diterima petani turun sebesar 0,08 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,03 persen," ujarnya kepada Tribun Pontianak (Tribunnews.com Network), Jumat (3/5/2012).

Badar menjelaskan, nilai tukar petani diperoleh dari perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani dalam persentase. Pengeluaran konsumsi rumah tangga dan biaya produksi pertanian merupakan satu di antara indikator proxy untuk melihat tingkat kesejahteraan petani.

NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

"Semakin tinggi NTP, relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani," tuturnya.

Badar menambahkan, NTP berfluktuasi setiap bulannya selama periode Januari 2008-April 2013. Penurunan NTP umumnya terjadi pada saat panen tanaman pangan, tanaman holtikultura, maupun tanaman perkebunan rakyat, dan naik kembali pada waktu sesudahnya.

Selama periode Januari 2008 - April 2013 penurunan NTP terbesar di Kalbar terjadi pada Februari 2009 sebesar 98,20 poin, karena penurunan harga jual bahan makanan ataupun hasil tanaman bahan makanan maupun hasil tanaman perkebunan rakyat. Meskipun demikian, fluktuasi harga komoditas konsumsi. Rumah tangga dan biaya produksi serta penambahan barang modal juga mempengaruhi tinggi rendahnya NTP.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Kalbar, Edi Rahman Asmara, memaparkan NTP tanaman padi dan palawija April 2013 sebesar 95,88 poin mengalami penurunan 0,46 persen dibandingkan Maret 2013 sebesar 96,33 poin. NTP peternakan April 2013 sebesar 78,66 tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara NTP April 2013 yang mengalami kenaikan dibandingkan Maret 2013 adalah NTP Hortikultura sebesar 102,43 naik 0,67 persen, NTP Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 107,82 naik 0,04 persen, dan NTP Perikanan sebesar 103,68 naik 0,16 persen. (sgt)

Editor: Dewi Agustina
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas