• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 16 April 2014
Tribunnews.com

Ira Raup Omzet Rp 6 Juta per Bulan dari Framing Bag

Rabu, 8 Mei 2013 06:47 WIB
Ira Raup Omzet Rp 6 Juta per Bulan dari Framing Bag
net

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ida Romlah

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Berawal dari kegemaran memotret dan mencetak hasil bidikan kamera, Listya Paramita akhirnya memutuskan membuat tas yang diberi foto dirinya. Foto tersebut tidak ia print ke dalam kain tas, melainkan hanya ditempel di bagian depan tas sehingga foto tersebut bisa ia ganti sesukanya.

Tas tersebut dia pakai sendiri untuk segala aktivitas hingga akhirnya ada beberapa rekan yang melirik dan suka. Tas tangan yang diberi nama framing bag itu pun akhirnya diproduksi dalam jumlah cukup banyak, dan dijual kepada teman-teman dekat perempuan yang akrab disapa Ira ini.

Saat ini, framing bag buatan Ira tidak hanya dijual ke teman dekat, tapi juga sudah meluas. Ada banyak reseller yang membantu memasarkan tas dengan label Riham Collection tersebut. Bahkan tas yang dibuat Ira bukan sekadar framing bag, tapi juga beraneka ragam seperti tas transparan atau disebut trans bag, jelly bag, dan shiny bag.

"Bahannya dari mika, hanya kalau trans bag mikanya pakai mika yang transparan, sedangkan yang lain mikanya enggak begitu transparan," kata Ira saat ditemui di Magnetic Island Boutique, Jalan Citarum 31, Bandung, Jumat (3/5). Di butik tersebut tas buatan Ira dijual.

Ira bercerita, dirinya terjun ke dunia bisnis seperti tanpa sengaja. Hanya berawal dari hobi fotografi kemudian coba-coba mengaitkan dengan bisnis tas. "Tadinya teman-teman hijabers menawarkan buka studio, tapi saya milih ke tas saja. Alhamdulillah ternyata respon pasar bagus," kata anak bungsu dari tiga bersaudara ini.

Perempuan yang tengah menyelesaikan studi profesi Psikologi di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung ini mengaku mendapat modal awal dari uang pinjaman sang kakak. Ketika itu, November 2011, Ira memberanikan diri meminjam uang kepada kakak untuk modal awal bisnis tasnya. Uang yang dipinjam sebesar Rp 10 juta.

Uang tersebut Ira gunakan untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat tas, termasuk biaya maklun ke pihak lain. Maklum sampai saat ini, Ira belum punya rumah produksi sendiri. Dia hanya menyediakan bahan baku dan desain tas yang akan dibuat.

Setelah berjalan sampai awal 2013, penjualan tas produksi Ira lumayan bagus. Dalam sebulan, dari sekitar 3 lusin tas yang dibuat semuanya laku. Ira pun mampu meraup omzet sekitar Rp 6 juta per bulan.

"Harga tasnya memang terjangkau, hanya Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per buah," ujar perempuan berbadan jangkung ini.

Disinggung soal desain, Ira mengaku mencari inspirasi dari berbagai pihak. Majalah fashion, internet, dan perkembangan pasar menjadi acuannya. Dengan begitu, tas buatannya bisa diterima dengan baik oleh pasar.

Tas Riham Collection ini memiliki ciri pada warna yang ngejreng. Merah, kuning, hijau, shocking pink adalah beberapa warna yang ditawarkan. Meski demikian, ada juga warna kalem seperti cokelat dan krem. "Warna yang ditonjolkan memang warna ngejreng, karena pasarnya juga rata-rata anak muda sampai ibu-ibu muda," ujar Ira.

Editor: sanusi
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1759902 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas