• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 24 September 2014
Tribunnews.com

Chatib Basri Dipanggil Hatta Rajasa Bahas DNI Jika Harga Premiun Naik

Senin, 13 Mei 2013 19:52 WIB
Chatib Basri Dipanggil Hatta Rajasa Bahas DNI Jika Harga Premiun Naik
dok
Kepala BKPM Chatib Basri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri hari ini, Senin (13/5/2013) dipanggil ke kantor Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Chatib dipanggil untuk membahas Daftar Negatif Investasi (DNI) jika harga BBM jenis Premium naik.

"Terkait kebijakan kenaikan harga BBM dan pada waktu sidang kabinet, Presiden harus pangkas masalah perizinan," ujar Chatib Basri di kantor Kemenko Ekonomi, Senin (13/5/2013).

Chatib Basri pun menegaskan kalau dalam rapat tersebut tidak membahas pencalonan dirinya menjadi menteri keuangan. Chatib menjelaskan kalau ia hanya membahas masalah investasi, perijinan, dan DNI.

"Saya nggak ngomongin itu saya ngebahas DNI," ungkap Chatib Basri tertawa. Lebih lanjut Chatib menjelaskan sebagian dari DNI harus direvisi. Rencananya DNI mau dikeluarkan pada kuartal III tahun 2013, namun akan dipercepat nantinya.

"Kayaknya sekarang harus lebih cepat, lihat apa yang harus kita lakukan. Saya minta kepada kementerian lebih cepat memasukan proposalnya," papar Chatib.

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com,  Wakil Ketua Umum PAN Drajad Wibowo diusulkan oleh Presiden SBY sebagai calon menkeu baru menggantikan Agus Martowardojo. Namun Hatta Rajasa membantah hal tersebut.

Dari berita yang dihimpun Tribunnews.com Kepala BKPM, Chatib Basri diisukan menjadi Menteri Keuangan yang baru. Rencananya dalam pekan ini akan dilantik menkeu baru.  Hatta memastikan calon Menkeu bukan dari kalangan partai politik (parpol).

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Widiyabuana Slay
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1780191 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas