• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

SKK Migas: Produksi Minyak Naik 1,6 Persen

Selasa, 14 Mei 2013 09:20 WIB
SKK Migas: Produksi Minyak Naik 1,6 Persen
TRIBUN/DANY PERMANA
Rudi Rubiandini dilantik di depan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, di Kantor Kementrian ESDM, Jakarta, Rabu (16/1/2013). Rudi yang sebelumnya menjabat Wakil menteri ESDM kini mengepalai Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Huklu Migas (SKK Migas), yang merupakan satuan kerja pengganti BP Migas yang dibubarkan oleh keputusan Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - SKK Migas berhasil memenuhi janjinya dengan menjaga produksi minyak dalam negeri agar tidak menurun. Realisasi produksi minyak periode Januari-April justru meningkat 1,6 persen, dari rata-rata 827 ribu barel per hari (bph) menjadi 840 ribu bph.

"Realisasi dicapai karena kerusakan peralatan produksi dapat ditekan, laju penurunan produksi alamiah juga dapat ditahan serta dapat direalisasikannya kegiatan pemboran yang lebih cepat dari jadwal, dan adanya beberapa proyek minyak yang telah dapat diselesaikan," ujar Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, Selasa (14/5/2013).

Pencapaian produksi ini mendukung pencapaian penerimaan negara dari sektor hulu migas sebesar 99,9 persen terhadap target sampai dengan April 2013.

Keberhasilan kinerja hulu migas ini bukan merupakan keberhasilan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama saja tapi merupakan keberhasilan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

SKK migas pun mendapat tambahan 5 proyek utama hulu migas (IDD, Banyu Urip, Masela, Muara Bakau Jangkrik dan Jangkrik North East, serta Tangguh Train III) yang akan memberikan tambahan produksi signifikan mulai 2015.

"Untuk menjaga penerimaan negara dari proyek-proyek tersebut, SKK Migas melakukan negosiasi ulang terhadap beberapa proyek yang akan direalisasi, seperti pembangunan proyek IDD di Kalimantan Timur dan pengembangan proyek Tangguh Train III di Papua," jelas Rudi.

Pelaksanaan pembangunan proyek Banyu Urip secara keseluruhan telah mencapai 48,8 persen. Saat ini telah dimulai kegiatan pemboran 2 unit sumur dari 42 sumur yang direncanakan. Realisasi pencapaian produksi sebesar 165 ribu bph sangat tergantung pada kelancaran kegiatan di lapangan yang saat ini terkendala Perda Pemda Bojonegoro No. 23 Tahun 2012.

"Namun dengan maksud agar negara dapat segera menikmati hasil produksi lapangan tersebut, SKK Migas telah berhasil meningkatkan produksi pada fase awal dari 22 ribu bph menjadi 27 ribu bph," ungkap Rudi.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: sanusi
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas