Senin, 29 Desember 2014
Tribunnews.com

Harga Ubi Jalar Melejit

Rabu, 15 Mei 2013 03:30 WIB

Harga Ubi Jalar Melejit
net

TRIBUNNEWS.COM, CIAMIS -- Memasuki tahun 2013 ini harga ubi jalar atau singkong di Ciamis terus beranjak naik. Seperti di sentra sayur mayur Sukamantri Ciamis harga ubi jalar yang biasanya di tingkat petani paling mahal Rp 2.000 per kg, dalam sebulan terakhir sudah menembus Rp 3.500 per kg.

"Harga ubi jalar sekarang lagi bagus. Di tingkat petani hari ini harganya sudah mencapai Rp 3.500 sekilo, di pasar eceran berkisar Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kilonya," ujar Asep Halim, petani ubi jalar dan cabai di Sukamantri, Ciamis, kepada Tribun, Selasa (14/5/2013).

Melejitnya harga ubi jalar di tingkat petani di Sukamantri ini, kata Asep, dipicu oleh permintaan ekspor untuk Jepang dari pemasok di Jakarta dan Cirebon. "Setiap hari permintaan ekspor sekitar 30 ton per hari. Tapi yang terpenuhi sekarang baru 10 persennya, sekitar 3 ton per hari," katanya.

Saat ini sekitar 3 ton ubi jalar kualitas ekspor dari Sukamantri, tiap hari dipasok ke agen ekspor di Jakarta dan Cirebon untuk permintaan ekspor ke Jepang.

Melejitnya harga ubi jalar juga dipicu meningkatnya permintaan ubi jalar untuk produk olahan seperti untuk keripik ubi jalar dan dibuat tepung. "Tepung ubi jalar sekarang juga meningkat permintaannya, terutama untuk kebutuhan pembuatan kue, roti, mi sebagai pengganti tepung terigu. Harga tepung ubi jalar juga lagi bagus Rp 10.000 per kilogram," ujar Asep Halim.

Budi daya ubi jalar kata Asep, cukup menjanjikan, tahan hama dan penyakit. Biaya produksi rendah.Usia panen hanya 5 bulan, beda dengan singkong yang baru bisa dipanen pada usia 10 bulan. "Makanya tahun 2013 ini di Panjalu dan Sukamantri mulai berkembang pesat budi daya ubi jalar untuk pasokan ekspor," katanya (sta)    

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas