• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribunnews.com

Kuota BBM Bersubsidi Jebol, BPH Migas: Tidak Masalah

Kamis, 16 Mei 2013 16:09 WIB
Kuota BBM Bersubsidi Jebol, BPH Migas: Tidak Masalah
Tribun sumsel/ABRIANSYAH LIBERTO
Tim gabung BPH Migas bersama aparat kepolisian dan TNI menggerebek gudang penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di Komplek Perumdam KM 7 Kelurahan karya Baru Palembang,Jumat (22/6/2012).Dari hasil ini diamankan 356 ton atau 356 ribu liter solar dan di temukan 4 bungker , ini merupakan penimbunan BBM terbesar di Indonesia. (Tribun sumsel/Abriansyah Liberto)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng santai menanggapi kuota BBM bersubsidi yang berpotensi jebol. Andy pun tak mempermasalahkan jika kuota BBM bersubsidi jebol dari 46 juta menjadi 50 juta kiloliter.

Menurut Andy, meski kuota BBM melebihi kapasitas yang ditentukan, namun tidak merusak rancangan APBN. Selain itu Andy juga menjelaskan jebolnya kuota BBM bersubsidi tidak akan menaikkan defisit sampai batasnya sesuai Undang-undang yakni 3 persen.

"Walau kuotanya jebol sampai 50 juta kiloliter pun enggak masalah, APBN kita tidak akan sampai defisit, tetap aman," ujar Andy, Kamis (16/5/2013).

Kendati tak mempermasalahkan kuota BBM bersubsidi jebol, namun Andy tetap mendukung pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Pasalnya dengan kenaikan harga BBM bersubsidi terutama jenis premium, APBN akan terjaga dengan baik.

"Bukan masalah berapa kuotanya yang jebol, tapi kalau naik (harga BBM subsidi), anggaran negara jadi sehat," ujar Andy.

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com saat ini pemerintah masih mengkaji kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Premium dari Rp 4500 bisa menjadi Rp 5500 sampai Rp 6500. Kenaikan harga Premium ditujukan untuk semua jenis kendaraan.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1793261 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas