• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 1 September 2014
Tribunnews.com

AP I Tunggu Proposal Lion Soal Taxy Way

Selasa, 28 Mei 2013 13:36 WIB
AP I Tunggu Proposal Lion Soal Taxy Way
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Pihak Lion AIr didampingi dari Badan Pengusahaan Batam saat melihat perkembangan pembangunan hangar Lion Air yang terletak di Kawasan Bandara Udara Hang Nadim, Batam, Rabu (3/4/2013). Lokasi batam yang strategis serta mudahnya perizinan di Batam membuat lion air memilih batam untuk pembangunan hangar yang pertama kali ada di Indonesia. Lion Air berencana akan menyewa lahan seluar 16 hektar untuk pembangunan engine shop, maintenance shop serta hangar yang mempu menampung sekaligus 17 pesawat lion air. Diperkirakan tahan pertama pembangunan ini akan selesai pada tahun 2013 dan tahap kedua diperkirakan bisa beroperasi penuh pada tahun 2016. (TRIBUN/ARGIANTO DA NUGROHO)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) sudah memberikan izin kepada PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) untuk membangun akses jalan pesawat (taxy way) ke hanggar pesawat Lion Air. Hanggar Lion itu dibangun di dekat Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Kesepakatan perjanjian kerja sama (MoU/Memorandum of Understanding) sudah diteken kedua belah pihak pada 25 April 2013 lalu di kantor Lion Air. Namun, sampai sekarang perincian kerja sama bisnis kedua belah pihak belum juga rampung.

"Belum ada progress dari nota kesepahaman (MoU) kemarin sampai sekarang ini. Jadi kami masih tunggu proposal bisnis dari Lion Air," jelas Sekretaris Perusahaan AP I Farid Indra Nugraha, seperti dilansir Tribunnews dari KONTAN, Senin (27/5/2013).

Menurut Farid, dalam kerja sama bisnis ini, AP I pasif karena menunggu dari pengajuan rincian kerja sama bisnis dari Lion Air. "Yang butuh mereka (Lion Air) bukan saya. Kemarin saat MoU tersebut baru kesepakatan awal saja," jelas Farid.

Sebelumnya, Farid juga mengatakan bahwa kesepakatan awal tersebut belum membicarakan kerjasama bisnis antar dua perusahaan tersebut. "Secara teknis belum dibahas. Apakah lahan AP I yang digunakan akan disewa, atau mungkin joint venture. Jadi pembagian bisnisnya belum jelas," ujar Farid. (Margareta Engge Kharismawati/Kontan)

Editor: sanusi
Sumber: Kontan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1839052 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas