Senin, 6 Juli 2015
Tribunnews.com

Pemda Tanjabtim Merasa Dirugikan PetroChina Rp 3,5 T per Tahun

Kamis, 30 Mei 2013 17:49 WIB

Pemda Tanjabtim Merasa Dirugikan PetroChina Rp 3,5 T per Tahun
Google

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI -- Kisruh antara Pemkab Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dengan PT PetroChina International Jabung kian meruncing. Pertemuan antara SKK Migas, PetroChina dengan Pemkab Tanjabtim, Selasa (28/5/2013), terkait penyegelan 26 sumur Migas, menuai jalan buntu.

Pemkab Tanjabtim bersikukuh akan terus menyegel sumur di 12 lokasi, karena tidak memiliki izin lokasi. Izin yang tak dimiliki mengakibatkan Pemkab rugi sebesar Rp 3,5 triliun per tahun. Asumsi kerugian tersebut, kata Sekda Tanjabtim, Sudirman berdasarkan perhitungan produksi Migas per hari. Bahkan, bisa jadi, 26 sumur itu tidak tertera, saat lifting Migas.

"Hitungannya, dari 139 seluruhan sumur dibagi 26 sumur yang tidak memiliki izin lokasi, dikali Rp 2,5 miliar produksi per hari, dikali 360 hari (setahun). Angkanya Rp 3,5 triliun per tahun. Itu kerugian kita sejak Maret 2006," beber Sudirman, Rabu (29/5/2013).

Meski izin lokasi telah diajukan, pihaknya tidak akan memproses, sebelum tuntutan Pemkab direalisasikan. Tuntutan itu berupa hak pengelolaan gas, realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) dan realisasi sumbangan dari pihak ketiga, sesuai Perda nomor 55 tahun 2011. Semua tuntutan telah disampaikan, namun urung diberikan pihak perusahaan.

"Kalau segel dibuka, kita akan cabut izinnya. Kita minta PT PetroChina menghentikan produksinya di sumur yang disegel. Namanya disegel, aktivitas harus off," katanya.

Pihaknya mengaku siap, jika perusahaan Migas terbesar di Provinsi Jambi itu melakukan gugatan. Pastinya, kata Sudirman, penyegelan sesuai dengan prosedural. Pasalnya, tiga tuntutan Pemkab tersebut semuanya diperuntukkan bagi masyarakat, terlebih hak pengelolaan gas untuk kebutuhan listrik.

"Dampak investasi memang ada, tapi perusahaan harus tunduk aturan. Kalau masih juga ada aktivitas dan segel dibuka, kita akan cabut izinnya dan kita akan tempuh jalur hukum," ucapnya.

Halaman12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas