• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

PISAgro Bangun Sekolah Lapang Tani

Kamis, 30 Mei 2013 14:16 WIB
PISAgro Bangun Sekolah Lapang Tani
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Petani mengumpulkan tandan buah segar (tbs) kelapa sawit di kebun inti kelapa sawit milik Asian Agri, di Kabupaten Siak, Riau, Rabu (17/4/2013). Di Provinsi Riau Asian Agri mengelola sekitar 5.500 hektar kebun inti serta memasok kebutuhan petani yang mengelola 11.000 hektar kebun plasma kelapa sawit. Dalam setahun kebun kelapa sawit Asian Agri di Provinsi Riau mampu memproduksi 25 ton tbs per hektar. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia bisa berada dalam kondisi krisis bahan pangan dan makanan jika tak segera melakukan terobosan signifikan dalam hal pertanian.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Pertanian, Rusman Hariawan, saat peringatan setahun usia Kemitraan Pertanian Berkelanjutan Indonesia (Partnership for Indonesia's Sustainable Agriculture - PISAgro), kemarin.

Ia menyebut, pada 2050 jumlah penduduk di Indonesia bisa mencapai 400 juta jiwa. "Hal ini perlu kita cermati. Diperlukan upaya bersama dari para pemangku kepentingan untuk memastikan agar komoditas bahan pangan dapat mencukupi kebutuhan domestik yang dalam sepuluh tahun terakhir saja telah meningkat 100 persen," ujarnya.

Ia berharap model seperti PISAgro bisa menjadi solusi jangka panjang. PISAgro sendiri kini memiliki 13 anggota. Saat ini, PISAgro memusatkan upaya pada delapan komoditi strategis, yakni beras, susu, minyak sawit, kakao, kopi, kentang, jagung dan kedelai.

"Sektor itu kita anggap paling penting dan krusial menuju 2050 mendatang. Program itu kita selaraskan dengan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak," kata Franky Widjaja, Co-Chairman PISAgro.

Ia mengungkapkan, langkah tersebut direalisasikan dengan membentuk kelompok-kelompok kerja untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil pertanian dan peternakan.

Kelompok kerja PISAgro telah membuat 3 modul GAP (Praktik Pertanian yang Baik) untuk pertanian kakao dan skema pembiayaan penanaman-kembali yang inovatif bagi petani minyak sawit. Di sisi lain, mereka juga berhasil mendirikan dan mengoperasionalkan 76 sekolah lapang tani.

Menurut Franky, target PISAgro adalah model 20-20-20. Artinya, dalam satu dekade mendatang adalah meningkatkan 20 persen produksi pertanian yang berkelanjutan, meningkatkan 20 persen pendapatan para petani dan peternak, dan mengurangi 20 persen emisi gas rumah kaca.

Dalam kesempatan itu, PISAgro memberi penghargaan pada dua orang, yakni peternak susu asal Purwodadi, Anton Didik Santoso, yang berhasil memproduksi 19 liter per hari. Satunya, Sueb, petani asal Subang, Jawa Barat, yang mampu menghasilkan panen 9,7 ton gabah kering per hektare.

Penulis: Nurfahmi Budi
Editor: sanusi
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas