Sabtu, 20 Desember 2014
Tribunnews.com

Instrumentasi dan Otomasi Penentu Produktivitas

Selasa, 4 Juni 2013 18:34 WIB

Instrumentasi dan Otomasi Penentu Produktivitas
/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
COBA MOBIL SMTI TRAKTOR - Sekretaris Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur, Setio Hartono (kiri atas) mencoba mobil SMTI Traktor seusai membuka Pameran Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) “Karya Indonesia” Tahun 2013 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu (15/5). Mobil bermesin disel hasil rakitan siswa Sekolah Menengah Teknik Industri (SMTI) Pontianak, Kalimantan Barat ini dibuat untuk kendaraan angkutan hasil perkebunan disegala medan dengan harga jual Rp 70-80 juta per unit. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Daya saing produksi mendorong industri manufaktur untuk terus menggunakan teknologi cerdas dan inovatif yang menghasilkan efisiensi energi dan biaya. Para pelaku industri pun semakin menuntut peralatan produksi yang tidak saja memberikan hasil maksimal namun juga dengan biaya paling efisien.

"Teknologi  instrumentasi dan proses otomasi berperan penting  memenuhi kebutuhan industri dalam meningkatkan daya saing,"  kata Prof. Dr. Ir. Deddy Kurniadi dari Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi Institut Teknologi Bandung dalam workshop Teknologi Instrumentasi dan Proses Otomatisasi : Kebutuhan atau Tuntutan bagi Industri Manufaktur dalam Negeri di Jakarta, Selasa (4/6/2013).

Teknologi ini akan  memberikan akurasi, konsistensi dalam kualitas proses produksi dan produk, efisien dalam penggunaan sumber daya yaitu energi dan material, proteksi keselamatan orang dan peralatan serta pelestarian lingkungan.

"Dengan demikian, teknologi otomasi akan dapat meningkatkan efisiensi dan memperkecil potensi kerugian dalam proses produksi," katanya.

Sementara itu, Ir. Yanto Chandra, Sales Director, Endress+Hauser Indonesia  mengatakan, Endress+Hauser memiliki teknologi maju dalam menghasilkan produk, sistem dan layanan yang dirancang untuk mengoptimalkan produktivitas proses industri yang dibutuhkan pelaku industri.

"Bagi perusahaan besar, peningkatan akurasi sebesar satu persen dapat memberikan penghematan sebesar triliunan rupiah per tahun," katanya.

Di samping meningkatkan produktivitas, dalam memberikan layanan dan solusi otomasi, kami, Endress+Hauser selalu mengutamakan efisiensi energi dan keamanan produksi. 

"Di tahun 2012 saja, perusahaan memproduksi lebih dari 5.300 produk yang masih dipatenkan," kata  Rajesh Malhotra, Presiden Direktur  Endress+Hauser Indonesia.

Sejak kehadirannya di Indonesia pada tahun 1990, Endress+Hauser telah memberikan berbagai layanan dan solusi dalam pengukuran, otomasi dan optimalisasi proses industri di berbagai sektor, seperti industri kimia dan petrokimia, minyak dan gas, makanan dan minuman, daya dan energi, metal dan mineral, hingga industri pulp dan kertas.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willy Widianto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas