• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribunnews.com

Bulog Serap 340 Ribu Ton Beras Petani Jabar

Jumat, 7 Juni 2013 06:28 WIB
Bulog Serap 340 Ribu Ton Beras Petani Jabar
Beras segar

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Badan Urusan Logistik (Bulog) melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan. Di antaranya, Bulog Divisi Regional Jabar terus berusaha meningkatkan tingkat penyerapan hasil panen para petani.

Kepala Bulog Divre Jabar, Usep Karyana, mengatakan, tingat penyerapan hasil panen beras hingga memasuki semester I 2013 atau awal Juni tahun ini cukup besar. "Secara volume, penyerapan hasil panen para petani di Jabar mencapai Rp 340 ribu ton," kata Usep, Kamis (6/6/2013).

Saat melakukan pembelian atau penyerapan hasil panen para petani, kata Usep, pihaknya melakukannya berdasarkan pada harga pokok penjualan yang ditetapkan pemerintah (HPP) yaitu Rp 6.600 per kilogram. Artinya, jelas Usep, untuk menyerap hasil panen sebesar 340 ton itu, pihaknya menggelontorkan dana sekitar Rp 2,3 triliun.

Menurut pria asal Garut ini, tingkat penyerapan tersebut merupakan yang tertinggi pada masa panen raya Mei tahun ini. Dikatakan Usep, peak season panen raya, Mei kemarin, dihasilkan rata-rata sebanyak 5 ton per hari. Volume penyerapan sebesar 340 ribu ton itu, kata Usep, 5 persen melebihi pencapaian pada tahun sebelumnya.

Menurut Usep, peningkatan itu membuat pencapaian penyerapan Bulog Divre Jabar naik. Sejauh ini, sebut Usep, pihaknya sukses melakukan penyerapan hasil panen para petani di tatar Pasundan hingga 96 persen.

Usep mengatakan, hasil panen di Jabar masih ditopang kawasan sentra produsen padi, yaitu wilayah pantai utara (pantura) Jabar, semisal Cirebon, Indramayu, Kuningan, Subang, Purwakarta, dan Karawang. Selain pantura, lanjut Usep, hasil panen pertanian Jabar pun didukung beberapa daerah penghasil padi, yakni Cianjur, Sukabumi, dan beberapa daerah lain.

Usep menjelaskan, realisasi penyerapan Bulog Jabar hingga awal Juni 2013 pun meningkatkan prognosa penyerapan pada tahun ini, yaitu sekitar 550 ribu ton. "Kami optismistis bahwa akhir tahun ini penyerapan kembali terjadi yaitu saat panen gadu akhir tahun," katanya.

Usep menambahkan, pihaknya juga masih melakukan penyerapan pasca panen. Menurutnya, yang menjadi andalan adalah ketersediaan di level petani pada tingkat penggilingan. Volumenya sekitar 3.500 ton per hari.

Realisasi penyerapan hingga awal Juni tahun ini pun, imbuhnya, juga membuat ketersediaan komoditi beras di Jabar menjadi lebih kuat. "Insya Allah, stok beras di Jabar aman untuk selama 8 bulan mendatang," kata Usep. (win)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1877651 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas