• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribunnews.com

Jelang Kenaikan BBM, SPBU di Lampung Diserbu Pelanggan

Jumat, 7 Juni 2013 13:59 WIB
Jelang Kenaikan BBM, SPBU di Lampung Diserbu Pelanggan
Warta Kota/celestinus trias hp
Pemilik kendaraan pribadi di kota Tanjung Pandan, Belitung, antre bahan bakar premium di SPBU 24334126, Jalan Gatot Subroto, Tanjung Pandan, Rabu (29/5/2013). Antrean ini terjadi akibat keterlembatan pengiriman BBM dari Plaju, Sumatera Selatan. Selain itu, ada informasi banyaknya pengerit (penimbun) bahan bakar yang mulai memborong bahan bakar dalam tiga bulan terakhir ini, Rata-rata SPBU di kota Tanjung Pandan mendapat jatah sebanyak 40.000 liter. Seperti diakui Ari, pegawai SPBU itu. (Warta Kota/celestinus trias hp) 

Laporan Reporter Tribun Lampung, Indra Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Antrean bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, jenis premium dan solar kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lampung Tengah.

Antrean tersebut diperkiran sebagai imbas dari rencana pemerintah pusat menaikkan harga BBM.

Pantauan Tribun Lampung pada Jumat (7/6), antrean panjang kembali terjadi di antaranya di SPBU Kota Gajah. Para pengendara yang ingin mengisi BBM bersubsidi harus rela mengantre hingga puluhan meter. Pemandangan antre juga terlihat di SPBU Yukum Jaya.

"Dari kemarin sudah antre. Sudah mulai lagi, memang belum terlalu parah panjangnya. Kita sih minta supaya jangan antre-antre begini. Apalagi kan harga kabarnya mau naik. Kalau naik tetap antre kan sama saja bohong itu namanya," kata Partono, warga Kota Gajah.

Sementara untuk mengantisipasi adanya kecurangan di SPBU-SPBU menjelang kenaikan harga BBM, Polres Lampung Tengah akan menempatkan personil di setiap pom bensin yang ada di wilayah setempat.

Kabag Ops Polres Lampung Tengah Komisaris Adi Sumirat beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya akan menempatkan dua personel di masing-masing SPBU. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi dari potensi terjadinya penyimpangan BBM bersubsidi.

"Di Lampung Tengah itu ada sekitar 17 SPBU yang tersebar di beberapa wilayah. Agar tidak terjadi penyalahgunaan, seperti mengecor dan lainnya, kita siapkan 100 lebih personel untuk mengamankan SPBU," bebernya.

Penempatan personel juga dilakukan untuk menangkap dan menindak apabila ditemukan pengguna kendaraan roda dua maupun empat, yang telah memodivikasi tangkinya untuk melakukan pengecoran.

Dijelaskannnya, peraturan yang disepakati, para pengecer uang telah mendapat rekomendasi hanya diperbolehkan membeli sebanyak 40 liter. "Jadi itu untuk pengecer yang memiliki rekomendasi dari Pemda. Itu pun yang jaraknya lebih dari satu kilo dari SPBU," imbuhnya.

Adi mengaku, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan SPBU dalam melakukan pengamanan. Termasuk melakukan pengawalan kepada mobil tangki yang membawa BBM bersubsidi.

Editor: sanusi
Sumber: Tribun Lampung
0 KOMENTAR
1879302 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas