• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

BLSM Dirapel Dua Bulanan, Tidak Miskinkan Rakyat

Selasa, 18 Juni 2013 14:36 WIB
BLSM Dirapel Dua Bulanan, Tidak Miskinkan Rakyat
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Menteri Keuangan, Chatib Basri (kiri) bersama Menko Perekonomian sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Keuangan, Hatta Rajasa melaksanakan serah terima jabatan di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2013). Chatib Basri ditunjuk untuk menggantikan Menkeu sebelumnya, Agus Martowardojo yang sekarang menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah optimistis pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) selama dua bulanan tidak akan memiskinkan rakyat.

Bahkan, pemberian ini diprediksi menambah pemasukan rakyat karena akan meningkatkan daya beli masyarakat miskin.

M Chatib Basri, Menteri Keuangan, mengatakan pemberian ini akan berdampak signifikan karena mekanisme pembeliannya melalui Kepala keluarga, sehingga dalam satu kepala keluarga ada banyak yang menerima BLSM dan ini diluar insentif yang diberikan pemerintah.

"Meskipun dirapel, tidak akan cepat habis karena dilakukan dalam satu keluarga jadi penerimanya banyak," katanya, Selasa (18/6/2013).

Seperti diketahui pemberian subsidi BLSM akan dilakukan melalui dua termin. Termin pertama yaitu Juni-Juli dan termin kedua yaitu Agustus-September. Pengacuan ini sudah diputuskan pemerintah untuk mengakomodasi kepentingan rakyat miskin.

Pemberian BLSM akan diberikan Juni dan Agustus. Sehingga calon penerima BLSM akan menerima total dana kebutuhan BLSM dalam bulan pertama. Dengan metode ini ditakutkan pemberian BLSM akan diserap dengan cepat oleh masyarakat.

Tercatat ada empat juta masyarakat miskin baru dengan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi, sedangkan pemberian BLSM dilakukan kepada 15 juta kepala keluarga sehingga mencapai 60 juta penduduk Indonesia. Jika dilakukan dengan baik akan memberikan distribusi yang lebih baik.

Selain BLSM, pemerintah akan melengkapi subsidi kepada masyarakat dengan Bantuan Siswa Miskin (BSM), anggaran untuk infrastruktur dasar dan pembangunan infrastruktur pedesaan serta pemberian beras miskin (raskin). Semuanya membutuhkan dana sekitar Rp 29 triliun.

Penulis: arif wicaksono
Editor: sanusi
10 KOMENTAR
1921391 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • kesel banget-Rabu, 19 Juni 2013 Laporkan
    Huahahahahahaaa....Mang Chatib Basri ini kayaknya perlu dimiskinkan dulu baru ngertiiiiiii...uang 150.000/bulan itu cukup apa nggak buat biaya satu bulan...mustinya menkeu ini hrs bisa ngukur dari perutnya sendiri...lah dia aja sekali makan aja biayanya b
  • Ebho Thea-Rabu, 19 Juni 2013 Laporkan
    BLSM cuma dpt 4 bulan,,,, apa harga kebutuhan mmang naiknya cuma 4 bulan jg?, inikah yg disebut PRORAKYAT?
  • HADIRIN-Rabu, 19 Juni 2013 Laporkan
    Pastinya bertambahnya pendapatan Rp 150.000/bulan tidak sebanding dengan bertambahnya kebutuhan pokok sehar-hari akibat kenaikan BBM, karena akumulasi kebutuhan pokok setiap bulan pastinya > dibanding BSLM (Rp 150.000) otomatis kekurangannya mau di tutup
  • langit utara-Rabu, 19 Juni 2013 Laporkan
    Kalau BBM naik, otomatis semua kebutuhan juga ikut naik. Apakah BLSM sebanding dengan pengeluaran yang bertambah karena kenaikan BBM? saya rasa tidak sebanding.
  • imam mustofa-Rabu, 19 Juni 2013 Laporkan
    "menambah pemasukan rakyat karena akan meningkatkan daya beli masyarakat miskin"
    pasti semua harga pada naek, yaa...sama aja.
    Akal Busuk "PEMERINTAH"
  • Ridwan AG-Rabu, 19 Juni 2013 Laporkan
    sebenarnya program ini bagus kalo dana nya nyampe pada sasaran. tetapi melihat dari pengalaman BLT dulu, saya kurang setuju dengan program ini!
  • Spesifikasi MISKIN di Indonesia harus jelas, jangan sampai BLSM seperti BLT. Orang yg memiliki 3 buah motor tapi rumahnya bilik mendapat bantuan. Tapi orang yg rumahnya berubin dan tidak punya apa2 tidak tersentuh sama sekali.
  • Spesifikasi MISKIN di Indonesia harus jelas, jangan sampai BLSM seperti BLT. Orang yg memiliki 3 buah motor tapi rumahnya bilik mendapat bantuan. Tapi orang yg rumahnya berubin dan tidak punya apa2 tidak tersentuh sama sekali.
  • yudi ajas-Selasa, 18 Juni 2013 Laporkan
    rakyat penerima balsem senangnya sehari, MISKINnya selamanya
  • Sobiri-Selasa, 18 Juni 2013 Laporkan
    Pak Mentri, maaf dengan kenaikan kebutuhan sembako di karenakan kenaikan BBM, uang 150 ribu per bulan sama dengan 5 ribu per hari tidak banyak membantu rakyat miskin malah banyak membebani, apalagi nanti pennyampainnya tidak tepat sasaran. kira kira penda
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas