• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribunnews.com

Dahlan: 'Harga BBM Naik, Jangan Nangis Ya'

Selasa, 18 Juni 2013 17:08 WIB
Dahlan: 'Harga BBM Naik, Jangan Nangis Ya'
/TRIBUN KALTIM /NEVRIANTO HARDI P
TNI AMANKAN SPBU - Personel Kodim 0901 Samarinda mengamankan situasi antrean warga membeli Bahan Bakar Minyak premium di SPBU Jalan Wahid Hasyim Samarinda Utara, Senin (17/6/2013). Pengamanan siaga dilakukan aparat TNI sesuai instruksi Panglima Kodam Mulawarman mulai 17 Juni, sampai batas yang tak ditentukan, menjelang kenaikan harga BBM. (TRIBUN KALTIM /NEVRIANTO HARDI PRASETYO). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dengan adanya rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, Menteri BUMN Dahlan Iskan berharap agar masyarakat tidak bersedih. Menurut Dahlan kenaikan harga BBM bersubsidi memang diperlukan untuk perekonomian negara.

"Pas harga BBM naik, BUMN naik, ya nggak boleh nangis," ujar Dahlan Iskan, di acara Pemerintah RI bertemu delegasi PM Papua Nugini, di Hotel Grand Hyatt, Selasa (18/6/2013).

Dahlan menjelaskan kenaikan harga BBM bersubsidi sudah sering terjadi di setiap era kepemimpinan Presiden baru. Dahlan menyebutkan dari zaman Presiden Soeharto sampai Megawati, sudah pernah menaikan harga BBM bersubsidi.

Karena hal itu Dahlan menghimbau agar masyarakat jangan terlalu meributkan isu kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Nggak cuma ini (harga BBM naik). Pak harto juga. Zamannya habibi, Mega naik dua kali. Setiap kenaikan ya ribut," ungkap Dahlan.

Dahlan menambahkan kalau DPR telah memberikan mandat ke pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi. Namun sampai kini, Dahlan pun tak mengetahui kapan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi dilaksankan.

"DPR kirim ke pemerintah.  Keputusan belum ditangan pemerintah. Gak tahu kapan diumumkan," jelas Dahlan.

Hingga kini belum diketahui siapa menteri atau pejabat yang mengumumkan kenaikan harga BBM. Satu hal yang pasti dalam waktu dekat, harga BBM bersubsidi jenis premium akan naik menjadi Rp 6.500 dan solar naik menjadi Rp 5.500.

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, dengan penetapan APBN-P 2013 menjadi UU, maka anggaran BLSM dimasukan ke dalam postur APBN. Anggaran BLSM mencapai Rp 27,9 triliun diperuntukan untuk 15,5 juta kepala keluarga selama 4 bulan.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas