Minggu, 26 April 2015
Tribunnews.com

Ribuan Ton Ikan Mati, Petani di Danau Tondano Rugi Miliaran

Jumat, 19 Juli 2013 01:16 WIB

Ribuan Ton Ikan Mati, Petani di Danau Tondano Rugi Miliaran
DOK
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Manado, Lucky Kawengian

TRIBUNNEWS.COM, TONDANO  - Usaha peternakan ikan di Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara   terancam hancur karena fenomena rano lewo (air jahat) yang menyebabkan ribuan ton ikan mujair dan mas siap panen mati mendadak. Akibat kematian ikan ini, petani rugi hingga miliaran rupiah.

Berdasarkan penelusuran Tribun Manado, sekitar 90 persen usaha ternak ikan di Kecamatan Kakas, Eris, Tondano Selatan, dan Remboken terkena dampak fenomena alam ini. Ikan-ikan yang dibudidayakan pada jaring tancap mati mendadak.

Camat Kakas, Jefry Masiouw saat diwawancarai Tribun Manado, Kamis (18/7/2013) menjelaskan, fenomena rano lewo ini mulai terjadi akhir Juni silam. Dia menceritakan saat itu air yang menurut warga mengandung kadar belerang tinggi muncul dan menyebabkan kematian ikan di Desa Tonelet. Dalam waktu hanya beberapa hari, sekitar lima ton ikan siap panen di desa tersebut mati.

Kejadian ini terus terjadi dan mulai menyebar ke desa-desa lain di pesisir timur Danau Tondano. Rano lewo bergerak sesuai arus danau dan angin menuju desa-desa lain. Gelombang kematian ikan pun meluas.

"Kejadian ini sudah berlangsung hampir satu bulan dan semakin banyak ikan yang mati. Kami memang belum memiliki data pasti jumlah peternak ikan yang terkena dampak serta berapa banyak ikan yang mati. Hanya di Desa Tonelet ada sekitar 50 ton ikan yang mati," ujarnya.

Jika data ini dikonfersi dalam bentuk uang maka kerugian yang diderita peternak ikan di Kecamatan Kakas mencapai sekitar Rp 10 miliar. Jika digabung dengan tiga kecamatan lainnya, total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp 50 miliar.

Halaman123
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Manado
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas