• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribunnews.com

Rudi Rubiandini Tidak Pernah Mau Dikawal Protokoler

Rabu, 14 Agustus 2013 11:21 WIB
Rudi Rubiandini Tidak Pernah Mau Dikawal Protokoler
ISUENERGI.COM
Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagai pejabat negara yang memberikan pemasukan negara dari sektor migas Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dikenal sebagai sosok yang idealis. Bahkan setiap kali berpergian, Rudi Rubiandini tidak pernah mau dikawal protokoler.

"Saya bagian humas, dia bilang nggak usah dikawal protokoler. Itu yang membuat kami kaget," ujar Kepala Humas SKK Migas Elan Biantoro di kantor SKK Migas, Rabu (14/8/2013).

Sebagai sosok pemimpin Elan menilai Rudi Rubiandini adalah orang yang idealis dan taat beragama. Selain itu Rudi Rubiandini juga dinilai sebagai pejabat yang dekat dengan pegawai dn media. "Saya kenal dia sejak mahasiswa. Idealis, agamis. Terbuka dengan siapa saja," ungkap Elan Biantoro.

Rencananya pihak SKK Migas akan berkoordinasi dengan pemerintah melalui Kementerian ESDM, menindklanjuti kepemimpinan SKK Migas semetara. "Setelah ini siang akan koordinasi," papar Elan.

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini ditangkap dari rumahnya, di Jalan Brawijaya VIII Nomor 30, Jakarta Selatan saat satgas KPK melakukan operasi tangkap tangan, Selasa (13/8/2013) malam tadi.

Dari tangannya, KPK juga ikut mengamankan sekitar 400 ribu dollar Amerika. Uang itu diduga uang suap dari perusahaan minyak swasta, sedangkan masih ada 300 ribu dollar AS yang belum diamankan.

Dari informasi yang dihimpun Tribunnews.com, Rudi Rubiandini ditangkap bersama empat orang dari Kernel Oil, perusahaan Singapura. Rudi pun diduga menerima suap dari Kernel Oil.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2151882 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas