• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Jadi Pemasok Terbesar, Indonesia Siap Kendalikan Pasar Timah Internasional

Kamis, 29 Agustus 2013 21:20 WIB
Jadi Pemasok Terbesar, Indonesia Siap Kendalikan Pasar Timah Internasional
Stok timah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah memastikan semua bentuk ekspor timah bakal melalui pencatatan sistem bursa berjangka yang ada di Indonesia mulai 30 Agustus 2013.

Megain Widjaja, Direktur Utama Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), mengatakan hal tersebut sebagai perwujudan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 32 Tahun 2013. Salah satu tujuan pemerintah mengatur hal tersebut yaitu, harga timah batangan di Indonesia bisa ditentukan secara adil (fair) dan transparan.

"Upaya ini untuk menjadikan komoditas Indonesia sebagai acuan harga secara internasional. Harga timah bisa dibentuk berdasarkan supply dan demand. Selama ini pasar timah kita dikendalikan oleh asing. Dan, penentuan harga ini yang kami buat sama sekali tidak terpengaruh harga dari London Metal Exchange (LME)," katanya, kemarin.

Bukan tanpa alasan Megain mengatakan hal tersebut, sebab selama ini sebanyak 80 persen timah dunia dipasok dari Indonesia

Menurut Megain, pihaknya siap mengambil peran strategis untuk menjadi pasar komoditas primer Indonesia yang efisien dan transparan.

Selama ini, pelaku pasar ASEAN masih sangat bergantung pada bursa berjangka Eropa dan Amerika Serikat (AS) dalam penentuan harga komoditasnya sendiri. Akibatnya, tidak ada transparansi dalam penentuan harga komoditas yang adil.

Menurut Megain, dengan penentuan harga yang bisa dilakukan bursa, maka diprediksi bakal ada peningkatan penerimaan royalti timah. Pasalnya, semakin tinggi harga timah maka semakin besar penerimaan royalti timah tersebut.

Selain 12 anggota yang sudah terdaftar dalam BKDI, saat ini Megain mengajak seluruh perusahaan yang bergerak dalam industri timah untuk ikut bergabung. "Alasan mereka tidak mau gabung karena ribet karena musti diatur-atur, tapi kami tegaskan the show must go on meskipun tanpa mereka," katanya.

Timah Solder

Selain timah batangan, BKDI dan INATIN juga dipastikan mengatur segala macam transaksi timah solder di Indonesia. Hal itu dilakukan untuk meredam segala bentuk penyelundupan yang marak terjadi.

"Tentunya yang masuk dan diperdagangkan dalam bursa komoditas yaitu timah yang sudah masuk dalam standar nasional Indonesia (SNI)," katanya.

Kalangan industri juga berharap perdagangan timah dalam bentuk solder perlu ditertibkan karena diindikasikan diselundupkan ke luar negeri lalu dilebur menjadi timah batangan. Selain itu, timah solder pun seharusnya mencantumkan SNI, sehingga kualitas timah Indonesia terjaga kualitasnya.

Sebagai informasi, dalam Permendag No 32 Tahun 2013 pasal 11 disebutkan, timah batangan atau timah dalam bentuk lainnya, sebelum diekspor wajib diperdagangkan lewat bursa timah. Ketentuan dalam pasal 11 ayat 3, dijelaskan untuk timah batangan mulai berlaku 30 Agustus 2013, sedangkan timah dalam bentuk lainnya mulai berlaku 1 Januari 2015.

Sebelumnya, pada awal tahun lalu, Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) bersama Komite Timah telah meluncurkan pasar timah internasional di Indonesia dengan kode INATIN.

Peluncuran perdana tersebut ditandai dengan masuknya 9 perusahaan sebagai anggota baru bursa di BKDI, yaitu yaitu PT Timah (Persero) Tbk; 3HCO.,LTD; Gold Matrix Resources Pte.Ltd; Purple Products Pvt.Ltd; PT Tambang Timah; PT Mitra Stania Prima; PT Comexindo International; PT Timah Industri; dan PT Refined Banka Tin.

Cabut Izin

Sementara itu, menjelang perdagangan timah lewat bursa berjangka komoditas, pemerintah bakal melarang ekspor timah yang tidak terdaftar di lantai bursa berjangka komoditas nasional. Sedangkan, eksportir timah yang tidak mendaftar akan dicabut izin ekspornya.

Dalam masa diberlakukannya Permendag, menurut Bachrul, eksportir timah memiliki kesempatan untuk mendaftarkan diri ke bursa berjangka dalam negeri.

“Kalau tidak terdaftar, tidak bisa ekspor dan eksportir harus menjadi eskportir terdaftar bursa. Beleid tersebut sudah disosialisasikan kepada eksportir timah dan sejumlah eksportir masuk dalam tahap pendaftaran ke bursa untuk mendapatkan nomor rekomendasinya,” paparnya.

Dengan ketentuan yang baru, lanjut Bachrul, diharapkan ada referensi harga yang lebih baik. Selama ini perusahaan hanya berjalan sendiri-sendiri sehingga tidak diketahui pada satu titik, berapa harga dari perdagangan timah.

“Kalau dulu meraka sendiri-sendiri dan tidak tahu besarnya harga, sekarang harus diproses, sehingga membentuk harga, dan penentuan harganya deal-nya di bursa. Harga inilah yang nanti akan menentukan harga timah dunia,” tuturnya.

Penulis: sanusi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2221881 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas