Sabtu, 20 Desember 2014
Tribunnews.com

Pembiayaan Syariah Berakad Qardh Anjlok

Rabu, 25 September 2013 09:49 WIB

 Pembiayaan Syariah Berakad Qardh Anjlok
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Customer service Bank BNI Syariah cabang Benhil Jakarta Pusat menunjukkan logam mulia emas ukuran 100 gram, Jumat (23/8/2013). Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia, penjualan emas tetap meningkat meskipun nilai tukar rupiah anjlok terhadap dollar. Peningkatan permintaan itu terjadi setelah Indonesia sebagai konsumen terbesar di Asia Tenggara tersebut bergabung dengan India dan China meningkatkan pembeliannya akibat harga turun dan bertambahnya kelompok menengah. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pembiayaan berakad qardh di perbankan syariah terus melandai. Penurunan terjadi lantaran pembiayaan emas kian lesu. Selain itu, pembiayaan haji di bank syariah juga dihentikan sementara.

Pembiayaan berakad qardh alias akad pinjaman kepada nasabah terdiri dari pembiayaan emas, pembiayaan haji, dan pembiayaan melalui kartu syariah. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pembiayaan akan qardh per Juni 2013 sebesar Rp 10,43 triliun, menyusut 5,3 persen  ketimbang periode sama tahun 2012 sebesar Rp 11,02 triliun.

Vice President Group Head Bank DKI Syariah, Haryanto, mengatakan penurunan pembiayaan terjadi pada sektor gadai emas dan pembiayaan haji. Pembiayaan emas turun lantaran pemberlakuan pembatasan maksimal pembiayaan. Di sisi lain, bank syariah tidak boleh menampung pembiayaan dana talangan haji karena tengah dievaluasi. "Bank syariah sedang menunggu izin sebagai bank penampung dana haji," kata Haryanto.

Bank syariah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini mencatat pembiayaan haji di bawah Rp 10 miliar. Maklum, Bank DKI Syariah tidak gencar membiayai talangan dana haji karena khwatir akan membikin antrean haji kian panjang.

Hingga Agustus 2013, pembiayaan qardh di Bank DKI Syariah mencapai Rp 2 miliar. Haryanto menargetkan, pembiayaan qardh hingga akhir tahun bisa mencapai Rp 3 miliar-Rp 4 miliar.

Direktur Utama Bank Bukopin Syariah, Riyanto, menyampaikan setelah bank syariah tidak boleh menampung dana talangan haji, pembiayaan qardh di Bukopin Syariah  tumbuh stagnan. Untuk itu, Bukopin Syariah akan meningkatkan pembiayaan qardh melalui pembiayaan emas pada akhir tahun ini.

Bukopin Syariah akan mengoperasikan pembiayaan gadai emas pada bulan Oktober 2013. Kini, anak usaha Bank Bukopin ini telah memiliki izin dari BI. Termasuk, mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk pembiayaan emas. "Ini strategi untuk meningkatkan pembiayaan qardh karena talangan haji sudah tidak boleh," kata Riyanto.

Direktur Bisnis Bank BNI Syariah, Imam Teguh Saptono, menyampaikan, pembiayaan berakad qardh umumnya didominasi oleh pembiayaan rahn, yakni gadai dan talangan haji. Sayang, produk talangan haji kini dibatasi maksimal 1 tahun, sehingga minat masyarakat berkurang.

Sementara, pembiayaan gadai emas juga dibatasi maksimal Rp 250 juta. "Pembiayaan talangan haji di BNI Syariah Rp 800 miliar, sementara pembiayaan rahn sekitar Rp 150 miliar," kata Imam. (Nina Dwiantika)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kontan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas