Selasa, 3 Maret 2015
Tribunnews.com

Perda Pajak Rokok Disahkan Bulan Ini

Senin, 14 Oktober 2013 04:48 WIB

Perda Pajak Rokok Disahkan Bulan Ini
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Aktivis mahasiswa menggelar aksi larang iklan rokok di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat, Minggu (26/5/2013). Aksi ini dilakukan dalam rangka menyambut hari tanpa tembakau se-dunia denganmemberikan imbauan pada masyarakat tentang bahaya merokok. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta rencananya akan mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pajak Rokok pada Oktober 2013 ini.

Kepala Dinas Pelayanan Pajak Pemprov DKI Jakarta, Iwan Setiawandi mengatakan, penyusunan Raperda ini saat ini relatif tak ada halangan lagi.

Iwan optimistis, beleid yang menjadi turunan dari Undang-Undang No.28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) ini akan bisa diundangkan pada 1 Januari 2014 mendatang.

Menurut Iwan, dalam Perda tersebut tertuang peraturan bahwa nantinya dana yang terkumpul dari pajak rokok sedikitnya 50 persen untuk dan pelayanan kesehatan untuk penyakit TBC dan Paru-paru.

Sementara itu sisanya akan digunakan untuk penegakan hukum yang berkaitan dengan rokok seperti sosialisasi bahaya rokok, serta pembangunan kawasan dilarang merokok.

Iwan mengatakan, dengan adanya pajak baru ini, kantong Pemprov DKI tahun 2014 bakal semakin tebal. Ia memperkirakan, nantinya akan ada dana tambahan Rp 326 miliar dari adanya beleid ini.

Perhitungan itu menurut Iwan diperoleh dari 10 persen pendapatan Cukai yang dipungut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dan disesuaikan dengan jumlah penduduk diwilayah tersebut.

Halaman12
Editor: sanusi
Sumber: Kontan
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas