• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Ilham Habibie: Pesawat R80 Terbang pada 2016

Selasa, 22 Oktober 2013 17:18 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI), perusahaan industri pesawat terbang, Ilham Habibie menuturkan saat ini pesawat R-80 masih dalam tahap desain. Selama proses desain tersebut pihak RAI dibantu enam maskapai yang tergabung dalam airlines working group. Mereka memberikan masukan untuk penyempurnaan R-80.

"Semuanya maskapai Indonesia. Selain NAM Air, ada Citilink, Wings Air, KalstarAsia, Sky Aviation, dan Merpati," kata Ilham ditemui di sela-sela dialog bisnis Uni Eropa-Indonesia ke-4, di Jakarta, Selasa (22/10/2013).

Ilham mengatakan, desain R-80 juga akan memperhitungkan masukan-masukan dari keenam maskapai tersebut.

Sebagaimana diketahui, di antara keenamnya baru NAM Air yang sudah menandatangani kontrak pengadaan 100 unit pesawat narrow body itu. "Mereka belum ada yang ambil. Memang sangat luar biasa NAM Air, saat ini sudah ambil keputusan. Dia sudah minta harganya juga, padahal kami masih desain," jelas Ilham.

Anak sulung mantan Presiden RI BJ Habibie ini berharap desain awal R-80 bisa rampung pada April 2014. Setelah itu, lanjut dia, barulah RAI akan membuat desain rinci bersamaan dengan prototipe.

Diperkirakan prototipe R-80 selesai pada 2016.

"Tahun itu juga mudah-mudahan kita akan lihat penerbangan perdananya pada 2016. Setelah itu kita lakukan sertifikasi kelayakan udara," tuturnya.

Usai penerbangan perdana, R-80 masih harus melalui proses sertifikasi kelayakan udara yang memakan waktu selama 2 tahun. Jika tak ada aral melintang, RAI akan menyerahkan secara perdana R-80 kepada pemesan pada 2018.

"Tapi itu pun bisa berubah tapi dari rencana awal. Tapi sejauh ini belum ada perubahan dari rencana awal," katanya. (Estu Suryowati/Kompas.com)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kompas.com
2 KOMENTAR
2436962 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas