Tol Tangerang-Merak Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Banten

Traffic volume di jalan Tol Tangerang-Merak mengalami kenaikan sebanyak 2 digit sejak tahun 2011 hingga 2012

Tol Tangerang-Merak Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Banten
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Pekerja melakukan perbaikan dan perluasan gerbang tol Merak yang menuju ke Pelabuhan Merak, Banten, Senin (10/6/2013). Menjelang operasi angkutan lebaran tahun 2013, PT.Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Indonesia Fery dan Jasa Marga melakukan persiapan teknis di berbagai aspek, mulai dari kesiapan armada, sumber daya manusia juga kesiapan infrastruktur pelabuhan. Kesiapan tersbut diantaranya pemantapan kordinasi dengan instasi terkait, mempersiapkan posko dan CCTV, penyempurnaan terhadap fasilitas pelabuhan dan fasilitas kapal yang rusak. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Prospek ekonomi Provinsi Banten pada triwulan mendatang diperkirakan akan sedikit meningkat dari triwulan ke III tahun 2013 saat ini. Pada triwulan III-2013 output riil Provinsi Banten mencapai Rp.26,8 trilliun, tumbuh positif sebesar 5,70 persen(year on year).

Sektor yang mengalami kenaikan sejalan dengan peningkatan jumlah unit kendaraan yang masuk (traffic volume) ke Jalan Tol Tangerang-Merak.

Hal ini terlihat dari Traffic Volume jalan tol Tangerang-Merak tahun 2013 yang rata-rata perhari mencapai 115-120 ribu kendaraan (sementara tahun 2012 sebanyak +110 ribu dan 2011 sebanyak + 90-100 ribu).

Traffic volume di jalan Tol Tangerang-Merak mengalami kenaikan sebanyak 2 digit sejak tahun 2011 hingga 2012 dimana ditandai dengan mulusnya tol Tangerang-Merak pascarekonstruksi total.

Humas BPS Banten Ahmad Sumarga mengatakan bahwa infrastruktur jalan merupakan faktor utama dalam merangsang pertumbuhan ekonomi setiap wilayah, untuk hal ini khususnya bagi Provinsi Banten.

“Beberapa tahun kemudian, sektor infrastruktur bisa dilihat dari banyaknya investor yang menanamkan modalnya di negara,” ujar Ahmad Sumarga, Minggu (1/12/2013).

Meningkatnya traffic volume kendaraan di jalan tol MMS secara langsung mempercepat atau memobilisasi pertukaran maupun transaksi masyarakat di Banten yang bermuara pada percepatan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, jalan tol yang mulus ini juga merangsang para investor menanamkan modalnya di kota yang banyak situs bersejarahnya ini.

"Hal tersebut terlihat dari makin meningkatnya investor di bidang properti yang ditandai dengan munculnya para developer pembangunan perumahan serta ruko dan pertokoan di Banten," ujarnya.

Kemudian, sejalan dengan pembangunan kota industri di Cikande, Kabupaten Serang, para pelaku usaha di wilayah timur pulau Jawa seperti Cibitung dan Cikampek, beberapa diantaranya ada yang mulai pindah ke lokasi industri tersebut.

"Hal ini dikarenakan pertimbangan para pelaku usaha yang menilai lebih efektif dan efisien di Cikande karena dekat dengan pelabuhan baik di Merak maupun Tanjung Priok serta akses tol yang jarang macet," katanya.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help