Cokelat Sulawesi Masuki Pasar Jepang

Biji cokelat dari Polewali, Sulawesi Barat sudah masuk ke Jepang dan sudah diolah menjadi cokelat yang enak dengan citarasa orang Jepang.

Cokelat Sulawesi Masuki Pasar Jepang
Koresponden Tribunnews.com Tokyo/Richard Susilo
Keiichi Yoshino, 33, Produsen Coklat Sulawesi di Jepang

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo, dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -- Biji cokelat dari Polewali, Sulawesi Barat sudah masuk ke Jepang dan sudah diolah menjadi cokelat yang enak dengan citarasa orang Jepang dan dijual di berbagai tempat umum di Jepang, khususnya Kyoto, Osaka dan Tokyo.

Bahkan produsennya sudah menjajaki kerjasama agar cokelat Indonesia rasa Jepang ini bisa disajikan dalam pesawat Garuda Indonesia jalur Jepang-Indonesia.

"Sebenarnya saya sudah deal dengan pihak Garuda Indonesia jalur Osaka-Jakarta bahwa cokelat ini akan disajikan juga di dalam pesawat Garuda Indonesia, tetapi setelah Kepala Cabang Osaka diganti, kesepakatan tersebut dibatalkan, tidak jadi dilakukan. Sayang sekali sebenarnya karena ini produk 100% dari Indonesia," papar Keiichi Yoshino (33), produsen coklat dengan merk Dari-K khusus kepada Tribunnews.com kemarin (31/1/2014).

Mengapa pakai merk Dari-K ? Selain kosa kata Indonesia juga ada maksudnya. Biji cokelat dari Polewali, Sulawesi Barat. Karena pulau Sulawesi bentuknya seperti huruf K, maka Yoshino mengambil ide dari sana dan brand coklat tersebut dinamakan Dari-K.

Yoshino asli kelahiran Kyoto dan lulusan Universitas Kyoto serta Oxford University. Lalu bekerja di Morgan Stanley dan pernah pertukaran pelajar ke Universitas nasional Singapore. Sejak Maret 2011 dia beranikan mandiri. setelah menikah tapi belum punya anak hingga kini, dengan dua adik wanitanya, dan 10 karyawannya dia membuat pabrik coklat di Kyoto daerah Nakagyo, Imashinzaike Nishi-cho.

Cabang tokonya di Osaka dan daerah Higashiyama, Kyoto. Tapi produknya sudah tersebar di berbagai department store besar Jepang seperti Mitsukoshi, Takashimaya, Isetan, Odakyu, Daimaru, Kintetsu, Hanshin, dan Seibu. Termasuk juga dijual di hotel Nikko Princess Kyoto, Hotel Granvia Kyoto, Tokyu Hands, Felissimo, Hankyu Kitchen dan Hankyu Orange Life.

"Kita akan terus  mempromosikan produk-produk  unggulan Indonesia di pasar Jepang. Bekerjasama dgn importir Coklat Dari-K pada bulan  Juli - Agustus 2014 akan melakukan program In Store Promotion Produk Makanan dan Minuman Indonesia, bukan hanya produk coklat saja,  di beberapa Department Store di Jepang," demikian ungkap Julia Silalahi Atase Perdagangan KBRI di Tokyo Jepang kepada Tribunnews.

Dukungan KBRI di Tokyo setidaknya, juga ikut membesarkan pengusaha Jepang ini dengan pasokan informasi dan memperkenalkan kepada daerah potensial produk-produk di Indonesia. Awal mulanya saat ada Foodex di mana ada perusahaan Indonesia berpartisipasi di sana dan disponsori oleh KBRI partisipan Foodex tersebut.

"Saya kenalan dengan mereka lalu ke Indonesia melihat langsung ke Sulawesi dan membuat kontrak pasokan beberapa ton per tahun untuk diimpor ke Jepang biji cokelat mereka," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help