Kenaikan Harga BBM

Kenaikan Harga BBM Dorong Investasi Masuk Indonesia

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, dinilai mampu mendorong investasi asing masuk ke Indonesia.

Kenaikan Harga BBM Dorong Investasi Masuk Indonesia
M ANSHAR/M ANSHAR (AAN)
Mahasiswa di Banda Aceh melakukan demonstrasi menuntut diturunkannya harga bahan bakar minyak di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rabu (19/11/2014). Mereka mendesak DPRA membuat nota keberatan atas kenaikan harga BBM kepada pemerintah pusat. SERAMBI/M ANSHAR 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, dinilai mampu mendorong investasi asing masuk ke Indonesia. Sebab, dana yang sebelumnya digunakan untuk subsidi BBM, bisa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.

"Dengan membangun infrastruktur, kita akan menarik FDI (Foreign Direct Investment) ke dalam negara," kata Pakar Foreign Exchange atau perdagangan valuta asing asal Singapura, Mario Singh, belum lama ini.

Menurut Mario, sejak terpilihnya presiden Joko Widodo menjadi presiden, sebetulnya para investor memperhatikan betul terkait kebijakan yang akan diambilnya. Dengan menaikkan harga BBM, maka Jokowi sapaan akrab Joko widodo menjalankan strategi yang baik dalam menumbuhkan perekonomian Indonesia ke depannya.

"Setelah dia (Jokowi) menaikkan harga BBM, dia menghemat uang. Jadi uang itu bisa dialihkan ke infrastruktur, seperti pelabuhan, jalan, rumah sakit, dan pertanian. Ini lebih baik," ujarnya.

Sementara sektor yang perlu digenjot kembali oleh pemerintah Indonesia, Mario menyarakan Jokowi untuk meningkatkan pertumbuhan perbankan, pertambangan, akses kemaritiman, dan perkebunan. "Dan pastinya infrastruktur," ucapnya.

Diketahui, Senin (17/11/2014) malam, pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM melalui penerbitan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 34 Tahun 2014 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Bahan Bakar Jenis Tertentu.

‪Harga premium Rp 2.000, dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 per liter. Kenaikan yang sama juga diterapkan pada solar, yang melonjak dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500 per liter.‬ Harga jual tersebut mulai berlaku sejak Selasa (18/11/2014). Atas kenaikan harga BBM, pemerintah mengklaim mampu menghemat anggaran subsidi sebesar Rp 100 triliun.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Gusti Sawabi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help