FITRA: Saat ini Pertamina Cuma Punya Mafia Bukan Minyak

Pengamat anggaran politik dari FITRA menilai PT Pertamina (persero) saat ini tidak mempunyai lagi minyak.

FITRA:  Saat  ini Pertamina Cuma Punya Mafia Bukan Minyak
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Pengisian BBM: Petugas mulai mengisi bahan bakar minyak ke tangki truk Pertamina yang sebelumnya terhenti karena aksi mogok oleh ratusan supir truk di Depo Pertamina Regional Jateng-DIY, Pengapon, Kota Semarang, Jateng, Rabu (3/7/2013). Aksi mogok kerja oleh 250 supir dan kernet truk Pertamina selama enam jam ini untuk menuntut upah layak. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat anggaran politik dari FITRA menilai PT Pertamina (persero) saat ini tidak mempunyai lagi minyak. Hal yang tersisa dari Pertamina menurut Ucok hanya mafia migas saja.

"Yang tersisa dari Pertamina cuma mafia bukan minyak. Tahun 70 minyak di Pertamina masih banyak, minyaknya habis tinggal mafianya," ujar Ucok di diskusi publik prospek migas nasional di bawah direksi baru Pertamina, Minggu (30/11/2014).

Ucok memaparkan dengan kondisi Pertamina yang dikelilingi para mafia migas, Direktur Utama Dwi Soejipto harus bisa membuat terobosan baru.

Salah satu hal yang harus dilakukan agar Pertamina bebas dari mafia menurut Ucok adalah membubarkan anak usaha Pertamina, PT Petral yang berada di Singapura.

"Seharusnya ingin keluar dari kubangan mafia, pemerintah harus membubarkan Petral," tegas Ucok.

Menurut Ucok, Petral adalah sarang dari para mafia migas. Karena cara kinerja Petral adalah membeli minyak dari trader. Ucok menilai bahwa harga minyak yang dibeli lebih murah daripada dari trader.

"Petral sarana prasarana mafia, migas. Modusnya kenapa Petral beli minyak ke trader, harusnya pertamina langsung beli kepada produsen," jelas Ucok.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Budi Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved