BPH Migas Bantah PGN Penyebab Harga Gas Tinggi

BPH Migas membantah bahwa melonjaknya harga gas yang tinggi disebabkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk melanggar aturan.

BPH Migas Bantah PGN Penyebab Harga Gas Tinggi
TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTIYAWAN
Ilustrasi: Petugas Perusahaan Gas Negara (PGN) mengontrol Pressure Reducing Station (PRS) di Kawasan Indutri Tambakaji, Kota Semarang, Jateng, Senin (16/2/2015). PGN sudah mengoperasikan PRS yang memiliki kapasitas 750 hingga 1000 m3/jam ini sudah menyalurkan 710 ribu kaki kubik per hari dari 100 KK pelanggan perumahan dan sembilan perusahaan. TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTIYAWAN 

Aturan soal open acces ini dinilai telah melanggar UUD 1945 yang telah mengamanatkan bahwa bumi, tanah dan air harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Pasalnya dengan open acces pada kegiatan penjualan, maka peran negara untuk melakukan fungsi penguasaan atas kekayaan alam bisa dikatakan gagal. Skema open access pada kegiatan penjualan akan mendorong trader gas modal kertas untuk menggunakan pipa distribusi untuk kepentingan para broker gas itu semata.

Pangkas Calo Gas

Untuk memangkas banyaknya trader gas, PT Pertamina (Persero) diminta lebih selektif dalam menjual gas bumi dengan tak lagi melayani pembelian dari para trader gas bumi.

Kepala Pengkajian Energi Universitas Indonesia, Iwa Garniwa mengatakan, para trader gas yang umumnya hanya bermodalkan kertas itu enggan untuk membangun infrastruktur dan hanya berharap rente dari posisinya sebagai calo gas.

Padahal seharusnya, para trader gas yang selama ini menjadi rekanan Pertamina harus bertanggungjawab untuk membangun infrastruktur dalam rangka melengkapi infrastruktur gas di Indonesia.

"Jika hanya bermodalkan kertas tanpa punya infrastruktur jelas sangat merugikan pemerintah. Pertamina tidak boleh menjual gas ke trader modal kertas, itu sama saja mereka menyuburkan praktik rente," tegas dia.

(Hendra Gunawan)

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved