Kereta Cepat Melesat, Walini Jadi Eco Green dan Cyber City

Proyek kereta cepat yang terintegrasi dengn pengembangan kawasan ekonomi regional koridor Jakarta-Bandung

Kereta Cepat Melesat, Walini Jadi Eco Green dan Cyber City
Tribunnews/Jeprima

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kota Walini akan dikembangkan sebagai Eco Green dan Cyber City untuk menopang Mega City JakartaBandung. Melalui jalur kereta cepat Jakarta-Bandung, Walini yang terletak di kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat, bakal menjadi salah satu persinggahan (Transit Oriented Development/TOD).

Untuk membangun Walini Eco Green dan Cyber City, PTPN VIII telah bergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia yang akan membangun Kereta Cepat Bandung - Jakarta. “Untuk mengembangkan wilayah Walini kami melakukan sinergi sesama BUMN,” tegas Gunara, Sekretaris Perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII, Senin (26/10/2015 ).

Proyek kereta cepat yang terintegrasi dengn pengembangan kawasan ekonomi regional koridor Jakarta-Bandung, menjadikan Walini, yang saat ini merupakan lahan perkebunan yang kurang produktif, sebagai salah satu kota unggulan baru di samping Karawang dengan industrinya serta Gedebabage yang akan diproyeksikan menjadi Bandung Teknopolis.

“Aset lahan yang tidak subur itu kan harus kita optimalkan, agar bermanfaat bagi masyarakat dan perusahaan," jelas Gunara

Untuk mewujudkan kawasan perkotaan dan pengembangan kawasan ekonomi tersebut PTPN VIII akan bekerja sama dengan BUMN di bidang kontruksi, seperti misalnya PT Wijaya Karya (Pesero), PT Adhi Karya (Pesero) Tbk, PT Waskita Karya (Pesero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Pesero) Tbk dan lainnya. Selain itu dengan swasta nasional lainnya yang dilakukan dengan skema bisnis yang saling menguntungkan.

Bila kawasan ekonomi dan pemukiman mulai dibangun, PTPN juga akan mengajak PLN untuk mengalirkan aliran listrik di Walini. “Sebagai kota modern yang menjadi penyangga Megacity, kebutuhan listrik di Walini harus dicukupi secara maksimal, agar peran kota dalam menggerakkan perekonomian nasional di wilayah Jawa Barat juga maksimal,” tambah Gunara.

Kota Walini juga akan merangkul BUMN yang bergerak dibidang energi untuk mengembangkan gas kota. Hal itu bertujuan mensuplai energi untuk hotel, apartemen, perkantoran, gedung MICE, dan pemukiman.

“Di Walini pengembangan gas kota bisa dilakukan secara komersial dengan memanfaatkan energi yang lebih ramah lingkungan, agar menjadi contoh pengembangan green city nasional,” kata Hunara

Sementara itu, untuk mendukung Cyber City, Kota Walini juga akan menggandeng Telkom sebagai BUMN Telekomunikasi dengan membangun jaringan fiber optic, agar kota ini bisa terintegrasi dengan kota-kota bisnis di Indonesia maupun dunia. Di Walini harus dibanjiri jaringan internet, agar proses bisnis di Cyber City tidak terhambat.

Gunara memastikan pengembangan Kota Walini harus paralel dengan pengembangan kereta cepat Jakarta-Bandung. Kalau kereta cepat itu mulai beropersi 2019, Kota Walini juga harus sudah terwujud pada tahun tersebut, agar integrasi sarana transportasi dengan pengembangan kawasan ekonomi baru bisa berjalan seiring.

“Dari sisi pengembangan kota, kita memiliki kekuatan yang luar biasa, karena bisa bersinergi dengan BUMN dan swasta nasional, atau kalau dirumuskan secara sederhana bersinergi dengan BUMN PLUS swasta nasional bahkan investor dari luar negeri,” tambahnya.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved