Din Syamsuddin Minta Pemerintah Perhatikan Petani Tembakau

Din Syamsuddin menilai kebijakan pemerintah mengenai rokok di Indonesia berimplikasi pada keberlangsungan hidup petani tembakau.

Din Syamsuddin Minta Pemerintah Perhatikan Petani Tembakau
TRIBUN JABAR/BUKBIS CANDRA ISMET BEY
Petani memetik pucuk daun tembakau untuk menjaga kualitas di Desa Cibiru, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu (7/2/2016). Petani tembakau mengaku kesulitan menjaga kualitas akibat curah hujan yang meninggkat beberapa waktu terakhir. harga tembakau kering Rp 40.000 per kilogram untuk didistribusikan kesejumlah daerah. TRIBUN JABAR/BUKBIS CANDRA ISMET BEY 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai kebijakan pemerintah mengenai rokok di Indonesia berimplikasi pada keberlangsungan hidup petani tembakau.

Din mencontohkan regulasi Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012 berdampak tidak hanya pada kehidupan petani tembakau, namun juga industri hasil tembakau.

Din mengatakan petani tembakau berada di berbagai wilayah di Indonesia. Mulai dari NTB, Banyuwangi, Jember, Temanggung, dan Jawa Barat. Keberadaan mereka, kata Din, harus diperhatikan Negara.

"Kebijakan negara harus melibatkan masyarakat luas. Mereka bagian dari rakyat yang harsu diperhatikan oleh negara," tegas Din di Jakarta, Rabu (24/02/2016).

Pernyataan Din itu menanggapi disertasi Mohammad Sobary yang berjudul "Perlawanan Politik dan Puitik (Ekspresi Politik Petani Temanggung).

Dalam disertasi yang dipertahankan dalam sidang promosi disertasi doktoral di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ‎Universitas Indonesia (UI), Selasa (23/2/2016), Sobary memaparkan bahwa petani ‎tembakau ‎menolak Peraturan Pemerintah (PP) nomor 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif produk ‎tembakau bagi kesehatan.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help