Wow, Lihat Dong Megahnya Bandara Sorong yang Baru

Pengembangan Bandara Domine Eduard Osok Sorong, Papua Barat kini telah selesai.

Wow, Lihat Dong Megahnya Bandara Sorong yang Baru - bandara-domine-eduard-osok-sorong1_20160320_150349.jpg
Kemenhub
Bagian dalam Bandara Domine Eduard Osok Sorong
Wow, Lihat Dong Megahnya Bandara Sorong yang Baru - bandara-domine-eduard-osok-sorong_20160320_151011.jpg
Kementerian Perhubungan
Jembatan yang menghubungkan terminal penumpang dengan pintu masuk pesawat di bandara Domine Eduard Osok Sorong.
Wow, Lihat Dong Megahnya Bandara Sorong yang Baru - bandara-domine-eduard-osok-sorong2_20160320_150739.jpg
Kementerian Perhubungan
Bandara Domine Eduard Osok Sorong yang Megah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengembangan Bandara Domine Eduard Osok Sorong, Papua Barat kini telah selesai.

Berbeda dengan bandara yang lama, yang bisa dibilang kuno, sempit dan kamar mandinya bau pesing. Kini bandara tersebut sudah berubah 180 derajat.

Bukan hanya tampilannya yang dipoles, berbagai fasilitas bandara yang canggih juga telah ditambahkan. Hasilnya, Bandara Domine Eduard Osok terlihat megah dan modern, tak kalah dengan bandara lainnya di kota-kota besar di Indonesia.

Pada bagian eksterior terminal penumpang, terlihat bentuk ornamen unik menyerupai buah pinang. Desain arsitektur Bandara Domine Eduard Osok (DEO) memang dirancang agar mencerminkan budaya daerah setempat.

Selain itu, bagian interiornya juga telah dipercantik dan dilengkapi fasilitasnya sehingga menambah kenyamanan penumpang. Dengan gedung terminal penumpang yang diperluas hingga 13.700 m2, Bandara DEO dapat menampung 782 penumpang.

"Sesuai fokus kerja Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana transportasi serta pelayanan transportasi, Bandara Kelas I Domine Eduard Osok (DEO) Sorong terus dikembangkan," kata Kepala Pusat Komunikasi dan Informasi Kementerian Perhubungan, JA Barata dalam rilisnya, Minggu (20/3/2016).

Pengembangan Bandara DEO dimulai pada tahun 2011 hingga tahun 2015 yang meliputi pembangunan gedung terminal penumpang menjadi 2 lantai, pemasangan garbarata dan fixed bridge, baggage handling system, lift terminal, x-ray bagasi dan kabin multi view, walkthrough metal detector, dan penambahan fasilitas lainnya seperti: area konsesi, area kerbside dan pembaruan desain interior terminal. Dalam waktu lima tahun pembangunan (tahun 2011 sampai dengan 2015), total anggaran APBN yang digunakan yaitu sekitar 236 miliar rupiah.

Sebagai bandara pengumpan, Bandara DEO Sorong melayani penerbangan berjadwal domestik yang dioperasikan oleh beberapa maskapai diantaranya Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Ekspress.

Selain itu, Bandara DEO juga melayani Penerbangan perintis yang dioperasikan maskapai Susi air ke beberapa wilayah sekitar seperti Ayawasi, Inawatan, Teminabuan, dan Waisai. Dengan panjang 2.060 meter dan lebar 45 meter, runway bandara ini dapat didarati pesawat sejenis Boeing seri 737.

Pergerakan pesawat di salah satu bandara tersibuk dan terbesar di semenanjung kepala burung Papua ini mengalami rata-rata pertumbuhan 3,3 persen tiap tahunnya. Tercatat ada 9000 lebih pergerakan pesawat pertahunnya.

Dari sisi penumpang, rata-rata pertumbuhan penumpang pertahunnya mencapai 13,2 persen dimana pada tahun 2014 ada sekitar 500 ribu lebih penumpang. Untuk kargo, rata-rata pertumbuhan kargo pertahunnya cukup pesat sekitar 17,2 persen (tahun 2014 mencapai 3,06 jt barang per kilo kargo).

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan mengharapkan dengan adanya pengembangan Bandara DEO, pelayanan jasa transportasi udara di kota Sorong dan sekitarnya semakin meningkat. Sehingga Kawasan Timur Indonesia dapat terus berkembang maju.

Hal ini sesuai dengan program Nawa Cita yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan; dan meningkatkan kualitas hidup manusia, serta meningkatkan produktivitas rakyat.

Penulis: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved