Harus Cermati Aliran Idealisme Ultra-Nasionalis Pasca Brexit

Diharapkan proses Brexit bisa dilaksanakan sebaik mungkin dengan kecepatan yang tepat untuk menghindari kemungkinan muncul gejolak.

Harus Cermati Aliran Idealisme Ultra-Nasionalis Pasca Brexit
Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
Politikus Partai Golkar Agus Gumiwang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus Golkar Agus Gumiwang mengatakan Indonesia harus menghormati keputusan rakyat Inggris sudah menentukan pilihannya, yaitu memilih untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit).

Diharapkan proses Brexit bisa dilaksanakan sebaik mungkin dengan kecepatan yang tepat untuk menghindari kemungkinan muncul gejolak.

Menurut anggota DPR ini ada satu hal yang menjadi pelajaran dalam kasus Brexit ini. Yaitu, tumbuh kembangnya aliran idealisme ultra-nasionalis, zenophobia atau aliran kanan garis keras.

"Yang perlu kita cermati adalah apakah aliran tersebut juga sudah muncul di negara-negara Uni Eropa lainnya?," tanyanya saat dihubungi Tribun, Jumat (24/6/2016).

Karena imbuhnya, jika sudah maka itu bisa membawa dampak negara lain juga ambil sikap yang sama dengan Inggris keluar dari Uni eropa.

"Tentunya akan mendeligitamasi keberadaan EU sendiri. Dengan pertanyaan apakah EU akhirnya masih dianggap relevan bagi rakyat di negara masing-masing anggota," jelasnya.

Dunia bereaksi terhadap hasil referendum bersejarah di Inggris di mana mayoritas warganya mendukung agar negara itu meninggalkan Uni Eropa.

Diantaranya, Martin Schulz, Presiden Parlemen Eropa. Ia mengaku harus menghormati hasilnya.

"Ini saatnya bagi kami bersikap serius dan bertanggung jawab. David Cameron punya tanggung jawab terhadap negaranya, kami punya tanggung jawab untuk masa depan Uni Eropa. Anda dapat melihat apa yang terjadi dengan Poundsterling di pasar. Saya tak ingin hal yang sama terjadi pada Euro.”

Geert Wilders, pemimpin Partai untuk Kebebasan Belanda juga menyampaikan suaranya.

"Hore untuk rakyat Inggris! Sekarang giliran kami. Saatnya untuk referendum Belanda!”

Sementara itu Marine Le Pen, pemimpin Front Nasional di Prancis mengatakan peristiwa tersebut merupakan kemenangan untuk kebebasan yang telah ia inginkan selama bertahun-tahun.

"Sekarang saatnya kita memiliki referendum yang sama di Prancis dan negara-negara Uni Eropa.” (*)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Wahid Nurdin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved