Dapat Penghargaan, PT KPI Terus Berupaya Cegah Kecelakaan Kerja

Saat ini PT. Kaltim Parna Industri adalah satu-satunya pabrik amoniak yang dimiliki swasta nasional di Indonesia.

Dapat Penghargaan, PT KPI Terus Berupaya Cegah Kecelakaan Kerja
IST
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kaltim Parna Industri (KPI) yang diwakili oleh Direktur Produksi, Abdullah Matadji, pada 18 Mei 2016 lalu telah menerima penghargaan Nihil Kecelakaan Kerja dari Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri.

Keberhasilan melaksanakan program keselamatan dan kesehatan kerja serta berhasil mencegah terjadinya kecelakaan kerja di lokasi bekerja tanpa menghilangkan waktu kerja.

Penghargaan nihil kecelakaan kerja diperoleh KPI yang ke-13 berturut-turut.

Sejak mulai berproduksinya pada 14 September 2001, pabrik amoniak PT. Kaltim Parna Industri yang berlokasi di Kota Bontang, Kalimantan Timur mempunyai peran yang besar dalam meningkatkan roda perekonomian di Indonesia seperti, peningkatan ekspor amoniak, penyediaan kebutuhan amoniak dalam negeri, penerimaan pajak negara, pelestarian lingkungan, pendidikan dan penambahan lapangan kerja serta adanya multiplayer effect di sektor regional.

"Saat ini PT. Kaltim Parna Industri adalah satu-satunya pabrik amoniak yang dimiliki swasta nasional di Indonesia. Hal ini merupakan aset nasional yang harus dikelola dan dipelihara dengan baik," ujar Hari Supriadi, Direktur Teknis PT Kaltim Parna Industri dalam jumpa pers, di Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Hari menjelaskan, dengan pencapaian 4,990 hari dan lebih dari 11,000,000 jam kerja (per tanggal 4 September 2016) tanpa kecelakaan kerja, menjadikan KPI salah satu industri petrokimia yang terbaik dalam penanganan masalah keselamatan kerja.

Mengingat, industri amoniak mempunyai dampak potensi bahaya besar apabila tidak dikelola dengan baik dan cerdas dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja.

"Kegagalan pengelolaan safety di industri petrokimia dapat mengakibatkan bencana yang fatal, seperti kejadian di Bopal India beberapa tahun lalu," katanya.

Dalam bidang ketenagakerjaan, KPI sejak tahun 2013 sudah tidak mempekerjakan orang asing lagi, yang artinya sebanyak 300 tenaga kerja di perusahaan ini adalah 100 % putra-putri bangsa Indonesia yang profesional, banyak lulusan universitas ternama seperti dari ITB, UGM, ITS dan UI bekerja di KPI.

Pabrik amoniak KPI merupakan pabrik petrokimia berbahan baku gas bumi dengan tingkat efisiensi yang cukup tinggi, dengan menggunakan teknologi yang terkini.

Halaman
123
Penulis: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help