2017: Bisnis Pembiayaan Kendaraan Masih Prospektif Tapi Persaingan Makin Sengit

"Bisnis pembiayaan ke depan masih punya prospek bagus dan akan dtiopang oleh kelas menengah yang terus tumbuh."

2017: Bisnis Pembiayaan Kendaraan Masih Prospektif Tapi Persaingan Makin Sengit
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
I Dewa Made Susila, Director Chief Financial Officer & Transformation and Strategy Adira Finance dalam paparan proyeksi bisnis pembiayaan tahun depan di Jakarta, Rabu (30/11/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Bisnis pembiayaan kendaraan oleh industri multifinance di Indonesia diprediksi masih tetap cerah di tahun 2017.

Terlebih, Pemerintah telah menerbitkan regulasi baru yang memberi kekeluasaan kepada industri multifinance untuk melakukan ekspansi bisnis pembiayaan, tidak lagi sebatas di pembiayaan kendaraan dan alat berat.

"POJK No.29/POJK.05/2014 memberi peluang kepada perusahaan multifinnace untuk ekspansi ke banyak sektor pembiayaan, antara lain pembiayaan modal kerja" kata I Dewa Made Susila, Director Chief Financial Officer & Transformation and Strategy Adira Finance dalam paparan proyeksi bisnis pembiayaan tahun depan di Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Made menjelaskan, regulasi baru ini membuat industri multifinance tidak perlu lagi hanya bergantung pada bisnis pembiayaan kendaraan roda dua dan roda empat serta alat berat seperti selama ini terjadi.

"Bisnis pembiayaan ke depan masih punya prospek bagus dan akan dtiopang oleh kelas menengah yang terus tumbuh. Di luar Jawa ada peluang membaiknya harga komoditas. Keran (regulasi) sudah dibuka buat perusahaan multifinance untuk diversifikasi bisnis," jelas Made.

Dia memperkirakan, persaingan di bisnis di industri pembiayaan juga akan sangat ketat. Mereka akan saling bersaing tidak hanya dengan sesama multifinance, tapi juga dengan bank, bank perkreditan rakyat (BPR), koperasi, bahkan dengan pemerintah yang menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR).

"Karena itu, industri multifinance harus mendiversifikasi bisnis pembiayaannya. Antara lain dengan menggenjot pembiayaan mobil bekas, peluncuran produk pembiayaan multiguna dan lain-lain," tegasnya.

Tentang bisnis Adira Finance, Made menyatakan, sejauh ini bisnisnya bertumbuh dengan baik.

"Bagi Adira Finance, setiap tahunnya pasti ada tantangan yang membayangi bisnis perusahaan. Tapi di balik setiap tantangan pasti ada peluang bagus yang dapat dijalankan," ujarnya.

Di 2017, faktor perkembangan ekonomi akan sangat mempengaruhi kinerja industri pembiayaan di Indonesia. Begitu juga ancaman dari eksternal seperti potensi kenaikan suku bunga pinjaman. "Tapi kami yakin, dengan terus memberikan layanan terbaik dan menjalin kerjasama dengan banyak pihak, serta melalui efisiensi dan produktivitas di setiap lini di perusahaan, kami tetap bisa menjadi pilihan terbaik masyarakat," kata I Dewa Made Susila.

Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved