PNM Akan Aplikasikan Sistem Otomasi untuk Layani Nasabah ULaMM

ULaMM merupakan layanan pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) dengan disertai pendampingan dan pembimbingan usaha.

PNM Akan Aplikasikan Sistem Otomasi untuk Layani Nasabah ULaMM
HANDOUT
Acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2017 PT Permodalan Nasional Madani (Persero) di Hotel Santika, Jakarta. Kegiatan ini berlangsung 16-19 Mei 2017. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM akan menerapkan sistem Otomasi untuk meningkatkan layanan kepada nasabah ULaMM. Sistem Otomasi merupakan teknologi informasi yang akan mempercepat proses pendataan nasabah hingga pada proses pencairan dana pembiayaan nasabah.

Strategi baru itu disampaikan Parman Nataatmadja, Direktur Utama PNM dan menjadi topik bahasan hangat di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2017 PNM di Hotel Santika, Jakarta, yang berlangsung pada 16-19 Mei 2017.

Rakernas sendiri dihadiri seluruh Pemimpin Cabang PNM, Kepala Bisnis, Kepala Remedial dan Kepala Operasi dari 63 Kepala Kantor Cabang PNM di seluruh Indonesia. Hadir pula narasumber ahli di bidang pembiayaan UMKMK, seperti Ardi Sutedja K, Chairman dan Founder Indonesia Cyber Security Form (ICSF).

Parman Nataatmadja mengatakan, Rakernas PNM 2017 juga membahas beragam strategi baru lainnya yang bertujuan untuk meningkatan layanan kepada nasabah PNM program Unit Layanan Usaha Mikro (ULaMM).

ULaMM merupakan layanan pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) dengan disertai pendampingan dan pembimbingan usaha.

Terkait dengan penerapan sistem Otomasi ini, Parman Nataatmadja mengatakan, sebelumnya petugas ULaMM masih melalukan pendataan secara manual melalui komputer yang ada di kantor.

"Sekarang petugas ULaMM dapat langsung melakukan pendataan langsung di lokasi nasabah berada,” kata Parman.

Rakernas juga membahas strategi PNM meraih target nasabah ULaMM, mengingat permintaan akan pembiayaan UMKMK sangatlah tinggi. 

Parman juga menegaskan, sebagai lembaga keuangan milik negara yang menjadi ujung tombak ekonomi kerakyatan, PNM berkomitmen untuk memberikan layanan seluasnya kepada pengusaha UMKMK.

ULaMM selama ini didukung oleh layanan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang memberikan pendampingan dan pembimbingan usaha kepada nasabah PNM.

Kegiatan PKU difokuskan pada dua kegiatan, yaitu pelatihan nasabah yang memberikan pelatihan berupa pembukuan keuangan, branding, dan kiat-kiat usaha, serta klasterisasi yang merupakan pembinaan bersifat kluster didasarkan pada kesamaan produk dan kedekatan geografis.

Kegiatan PKU merupakan kelebihan PNM yang membedakan dengan lembaga keuangan lainnya.

PNM hingga Januari 2017 secara akumulasi telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 19,4 triliun melalui program ULaMM.

Program ULaMM melayani usaha mikro, kecil dengan memberikan pembiayaan yang disertai dengan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) sebagai pembeda dengan pembiayaan sejenis yang disalurkan oleh lembaga keuangan lainnya.

ULaMM saat ini telah memiliki 63 kantor cabang dengan 664 unit layanan yang melayani 302.829 nasabah di lebih dari 4.093 kecamatan di seluruh provinsi Tanah Air.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help