Dianggap Remeh, Tapi Kebiasaan Ini Bisa Bikin Gerus Isi Dompet

Gaji sudah naik cukup banyak tetapi mengapa Anda tidak mampu menabung lebih banyak?

Dianggap Remeh, Tapi Kebiasaan Ini Bisa Bikin Gerus Isi Dompet
Tribunnews.com/Hendra Gunawan
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gaji sudah naik cukup banyak tetapi mengapa Anda tidak mampu menabung lebih banyak? Apakah Anda mengalami masalah seperti itu? Banyak orang yang rela kerja lebih keras agar mendapatkan gaji lebih banyak, tetapi nilai tabungan dan asetnya nyatanya tidak ikut bertumbuh.

Menabung atau membangun aset pribadi memang tidak semudah berteori atau berkhotbah tentang pengelolaan uang. Selain harus memiliki kebiasaan keuangan yang baik, menabung dan memiliki aset membutuhkan kecermatan dalam mengelola finansial.

Bila Anda menghadapi masalah sejenis dan ingin memulai membangun kepemilikan tabungan juga aset pribadi, mulailah untuk melihat lagi kebiasaan keuangan Anda. Jangan-jangan, pendapatan Anda selama ini kebanyakan habis untuk hal-hal kurang penting.

Berikut ini beberapa jenis pengeluaran tidak penting yang sering tidak disadari menggerus isi dompet Anda:

Jarang makan di rumah

Jarang makan di rumah banyak sekali penyebabnya. Bisa karena tidak ada makanan yang bisa dibawa ke kantor atau ke kampus, bisa juga karena lebih suka jajan makan siang di luar rumah. Makan memang kebutuhan pokok dan termasuk kebutuhan penting.

Namun, tahukah Anda, kebiasaan selalu makan siang dan malam di luar rumah, sangat mudah menjebol kantong Anda? Bila seporsi makanan di warung makan atau restoran minimal Rp 25.000, dalam 5 hari kerja, Anda bisa menghabiskan Rp 125.000 hanya untuk biaya makan siang. Belum biaya transportasi, biaya camilan, dan lain-lain.

Malas mencari tawaran diskon

Tidak selamanya diskon itu menjebak dompet. Beberapa tawaran jasa atau barang, memang memberikan harga lebih hemat dengan syarat tertentu. Misalnya, Anda merupakan pemakai transportasi online yang rutin.

Penyedia platform transportasi online banyak memberikan diskon harga tarif apabila Anda mengaktifkan layanan cashless mereka. Nah, mengapa tidak memanfaatkan hal tersebut agar biaya transportasi Anda lebih hemat.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help