Penumpang Tanpa Tiket Masuk Lion Air, Anggota DPR: Ada Oknum Bandara yang Ingin Bermain-main

Nizar Zahro juga mempertanyakan keamanan bandara Kualanamu, Deli Serdang. Sebab menurut dia bandara merupakan bentuk profesionalisme.

Penumpang Tanpa Tiket Masuk Lion Air, Anggota DPR: Ada Oknum Bandara yang Ingin Bermain-main
ISTIMEWA
Aktivitas ground handling Lion Air. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR Nizar Zahro menduga ada oknum petugas di Bandara Kualanamu, Deli Serdang yang hendak bermain-main sehingga seorang pria tanpa tiket bernama Ahmad Faisal Tanjung dipergoki berada di pesawat Lion Air JT 387 rute Kualanamu-Jakarta.

"Jadi pasti ada oknum di bandara bersangkutan yang hendak bermain - main serta tidak mematuhi prosedur. Padahal menurutnya semuanya harus sesuai dengan Undang-undang Nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan,"ujar Nizar kepada Tribunnews, Rabu(7/6/2017).

Nizar Zahro juga mempertanyakan keamanan bandara Kualanamu, Deli Serdang.

Sebab menurut dia bandara merupakan bentuk profesionalisme dari pelayanan publik.

Bila bandara aman, maka para pengguna jasa transportasi udara akan juga merasa nyaman.

Karena itu, kata dia Komisi V DPR meminta agar insiden penumpang yang masuk ke pesawat Lion Air tanpa tiket di bandara Kualanamu untuk diusut secara tuntas.

"Selain kesalahan dari maskapainya, itu juga termasuk kesalahan dari pengelola bandaranya," kata Nizar.

Politikus dari Fraksi Partai Gerindra ini menegaskan, tidak mungkin para penumpang tanpa tiket tersebut bisa masuk ke dalam pesawat bila pengelolaan bandara sudah dilakukan sesuai dengan prosedur.

Sebab, di setiap bandara keamanannya sudah sesuai standar.

Karena itulah Nizar meminta agar kasus ini diusut tuntas dan ditindak tegas.

Bila nantinya ditemukan pengelola bandaranya yang bersalah, maka patut dipertanyakan pula pihak angkasa pura sebagai penanggung jawab pengelolaam bandara.

"Tidak hanya petugas dilapangannya yang diusut. Tetapi para atasannya harus juga diusut dan diberi sanksi bila terindikasi sengaja lalai dalam menjalankan tugas dan fungsinya," paparnya.

Apalagi, menurutnya dalam kasus ini melibatkan maskapai Lion Air. Nizar menegaskan selain raja delay, perlu perhatian khusus terhadap keamanan untuk Lion Air.

Penulis: Willy Widianto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help