Penghargaan Pembina UKM Terbaik untuk Dirut PNM, Parman Nataatmadja

“Penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi yang luar biasa kepada instansi ataupun individu yang peduli terhadap pengembangan UMKM di Indonesia."

Penghargaan Pembina UKM Terbaik untuk Dirut PNM, Parman Nataatmadja
HANDOUT
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Parman Nataatmadja (kanan) saat menerima penghargaan Pembina UKM Terbaik di ajang UNS SME's Summit and Award 2017 yang diselenggarakan LPPM Pusat Studi Pendampingan Koperasi UMKM Universitas Sebelas Maret Solo di Gedung UNS Inn-Solo, Jumat (14/7/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Parman Nataatmadja menerima penghargaan Pembina UKM Terbaik di ajang UNS SME's Summit and Award 2017 yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Pusat Studi Pendampingan Koperasi UMKM Universitas Sebelas Maret Solo  (PSP-KUMKM) di Gedung UNS Inn-Solo, Jumat (14/7/2017).

Ketua Panitia UNS SME’s Summit and Awards 2017, Kunto Adi mengatakan, usulan penerima award tersebut berasal dari Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) dan Pusat Studi Pendampingan Koperasi dan UMKM, LPPM-UNS, Solo.

Kunto melanjutkan, tujuan UNS SME’s Awards adalah memberikan penghargaan atas kinerja individu, perusahaan atau instansi, lembaga pemerintah maupun BUMN, dan swasta dalam pemberdayaan koperasi serta UMKM. Penganugerahan UNS SME’s Awards tahun ini diberikan dalam 14 kategori.

“Penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi yang luar biasa kepada instansi ataupun individu yang peduli terhadap pengembangan UMKM di Indonesia,” jelasnya.

Kunto menjelaskan, dengan diselenggarakan awards ini diharapkan para penerima penghargaan mampu mendorong atau memotivasi instansi, perusahaan, dan individu yang belum berperan dalam pengembangan UMKM untuk ikut berkontribusi sehingga terwujud UMKM yang kreatif, mandiri, dan mampu bersaing di tengah arus pasar lokal maupun dunia,” ujarnya.

Parman Nataatmadja mengatakan, penghargaan yang didapatkan melalui penilaian yang diberikan dari Universitas Sebelas Maret Solo, Kementerian BUMN, Kementerian UKM serta lembaga riset independen dari mereka.

Parman menjelaskan, UKM di Indonesia sangat banyak sekali akan tetapi kapasitas mereka masih dibawah Thailand. "Di Thailand Govermantnya full support untuk para UKM disana," ujar Parman.

Sebagai penerima penghargaan Individu Pembina UKM Terbaik, Parman menjelaskan dirinya melalui PNM telah melakukan banyak hal untuk UKM Indonesia antara lain membina para nasabah PNM untuk dibuka wawasannya serta melatih mereka.

"Kita buka wawasan mereka salah satunya dengan kita bawa pelaku UKM kita ke Thailand untuk study banding dan belajar langaung disana lalu kita latih mereka dengan pelatihan training management produksi, management marketing, serta packaging mereka," jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk produk non food Indonesia sudah sangat baik dan hanya perlu diberi sentuhan sentuhan akhirnya seperti pakagingnya dan produk produknya telah bersaing di pasar mancanegara akan tetapi kalau untuk produk food, Parman mengatakan masih banyak yang harus dilakukan perubahan.

"Diharapkan kedepan UKM kita tidak hanya dapat bersaing pada MEA akan tetapi dapat menjadi peng ekspor produk ke Thailand bukan malah Import dari Thailand serta para UKM Indonesia dapat menigkatkan kapasitasnya," imbuhnya.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help