Menko Luhut Jamin Indonesia Jadi Tempat Aman Investasi

Berdasar pada data World Economic Forum, memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2030 akan mencapai angka tertinggi.

Menko Luhut Jamin Indonesia Jadi Tempat Aman Investasi
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Koordinatro Kemaritiman, Jend. TNI. Purn Luhut Binsar Panjaitan memberikan pesan-pesan kepada jajarannya menjelang Ramadan 2017 di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2017). Dalam pesannya, Luhut mengimbau para bawahannya untutk tetap meningkatkan produktivitas kerja di bulan Ramadan. TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menjamin Indonesia menjadi tempat yang aman bagi para investor untuk menanamkan modalnya.

Bukan tanpa alasan, jelas Luhut, berdasar pada data World Economic Forum, memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2030 akan mencapai angka tertinggi.

"Kita akan mencapai pertumbuhan ekonomi yang bagus dan indikasi itu sudah terlihat, jadi bisa saya katakan Indonesia menjadi tempat yang aman untuk berinvestasi," tegasnya di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (17/7/2017)

Pada tahun itu, Indonesia diprediksi olehnya akan memiliki PDB mencapai 5,4 triliun USD dan pemerintah optimis, akan melewati angka itu pada 2030 mendatang.

"Begitu juga dengan bunga pinjaman bunga uang bank segala macam itu menurun. Kalau lihat angkanya dari 11 persen sekarang menjadi 9 persen. Ini bagus untuk investasi," kata dia.

Diketahui, Bank Indonesia memandang perkembangan Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia sampai dengan kuartal I/2017 masih cukup sehat.

Tercatat, PII Indonesia mencatat net kewajiban sebesar USD335,2 miliar (35,0% terhadap PDB) pada akhir kuartal I/2017, naik USD17,0 miliar dari posisi net kewajiban pada akhir kuartal IV/2016 yang sebesar USD318,3 miliar (34,1% terhadap PDB).

Sementara perkembangan posisi investasi internasional sejalan dengan transaksi modal dan finansial pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang mengalami surplus pada kuartal I/2017 didukung membaiknya pertumbuhan ekonomi dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian.

Posisi AFLN Indonesia pada akhir kuartal I/2017 naik 3,3% (qtq) atau sebesar USD9,9 miliar menjadi USD308,6 miliar.

Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help