ISEI Apresiasi Program Desa Makmur Peduli Api yang Digagas APP

Kelompok tani hortikultura di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, berhasil memotong mata rantai tengkulak sehingga memperbesar pendapatan

ISEI Apresiasi Program Desa Makmur Peduli Api yang Digagas APP
Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelompok tani hortikultura di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, berhasil memotong mata rantai tengkulak sehingga memperbesar pendapatan mereka hingga mencapai omzet puluhan juta dalam sebulan.

Hal ini terungkap saat kunjungan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ke kelompok tani di Kampung Pinang Sebatang Barat Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, Minggu (30/7/2017).

Ketua ISEI Muliaman D Hadad, mengatakan kunjungan ISEI ke desa binaan Desa Makmur Peduli Api (DMPA) adalah rangkaian seminar nasional untuk mencari model kerja sama berkesinambungan untuk mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan pemerataan ekonomi yang berkeadilan.

Ia mengaku takjub dengan keberhasilan petani dalam program DMPA, yang diharapkan bisa menjadi contoh untuk ditumbuhkembangkan di Indonesia.

"Tanpa kolaborasi, kita akan sulit untuk tumbuh. Jadi kita harus sama-sama saling bangun interaksi satu sama lain, dan semoga DMPA ini bisa menjadi salah satu model untuk mendorong kemitraan perusahaan dengan masyarakat yang bisa dikembangkan dengan komoditas yang beraneka ragam," kata Muliaman D Hadad.

Sementara itu, Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata mengatakan, program DMPA tidak hanya fokus pada pemberian bantuan, melainkan juga pendampingan untuk penguatan kelembagaan masyarakat di sekitar area kerja perusahaan serta pemasaran produk.

Program yang dimulai pada 2015 ini memberikan manfaat berupa meningkatnya pendapatan dan kecukupan pangan masyarakat di desa DMPA, keharmonisasn hubungan antara perusahaan dan masyarakat, solusi bagi penyelesaian dan pencegahan konflik, berfungsinya kelembagaan desa, dan meningkatnya keikutsertaan masyarakat dan pemerintah desa dalam pengamanan serta pelestarian hutan.

"Target DMPA adalah pada 2020 bisa diimplementasi program ini di 500 desa di lima provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat," kata Suhendra.

Petani hortikultura binaaan APP Sinarmas Suryono (45) mengatakan, butuh waktu tiga tahun berjuang, dan setelah lepas dari tengkulak pendapatan kita naik sampai 100 persen.

Suryono bersama kelompok tani di Kampung Pinang Sebatang Barat merupakan petani binaan Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas dalam program Desa Makmur Perduli Api (DMPA) Suryono mengatakan, dirinya mulai 2010 hingga 2013 bersama rekan-rekannya menjual langsung hasil pertanian mereka ke Pasar Pagi Perawang, Siak.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help