Kemenhub Kebut Penyelesaian 8 Bandara Program Strategi Nasional

Kedelapan bandara tersebut terdiri dari bandara baru dan bandara revitalisasi atau penggunaan kembali bandara lama.

Kemenhub Kebut Penyelesaian 8 Bandara Program Strategi Nasional
TRIBUNNEWS/APFIA
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tengah mengebut penyelesaian delapan bandara program strategi nasional (PSN).

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menuturkan, pembangunan kedelapan bandara itu mengacu pada Perpres 58 tahun 2017 tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 3 tahun 2016  tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Sstrategis Nasional (PSN) dan disesuaikan dengan program Nawa Cita poin 3 dan poin 7.

Poin ini berisi mandat pembangunan dari kawasan pinggiran dan poin 7 mengenai kemandirian ekonomi yang diusung oleh Presiden Joko Widodo.

"Sebagai pengejawantahan Nawa Cita ketiga untuk membangun dari pinggiran Indonesia secara marathon dirjen perhubungan udara sudah menyelesaikan bandar udara, juga Nawa Cita ketujuh merealisasikan kemandirian ekonomi," ungkap Agus di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2017).

Baca: Kerugian Pertamina Rp 12 Triliun Bisa Membengkak karena Kebijakan BBM Satu Harga

Kedelapan bandara tersebut terdiri dari bandara baru dan bandara revitalisasi atau penggunaan kembali bandara lama.

Rinciannya, di Pulau Jawa ada tiga bandara: Bandar Udara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat (Bandara Baru) yang ditargetkan selesai 2018, Bandar Udara Kulon Progo di Yogyakarta atau New Yogyakarta International Airport (Bandara Baru) yang ditargetkan selesai 2019, dan Bandar Udara Achmad Yani, di Semarang, Jawa Tengah (pengembangan).

Baca: Bayar Tagihan Listrik Bisa Pakai Sampah

Lalu di Pulau Kalimantan tiga, yaitu Bandar Udara Tjilik Riwut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Revitalisasi), Bandar Udara Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Revitalisasi), Bandar Udara Sebatik di Kalimantan Utara (Bandara Baru).

Kemudian di Maluku Utara dua bandara, yakni Bandar Udara Babullah yang terletak di Ternate (revitalisasi), Bandar Udara Radin Inten II di Lampung (revitalisasi).

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved