Penetapan HET Daging Beku Tak Mampu Goyang Harga Daging Segar

Selain daging beku, Kemdag juga akan melanjutkan HET gula dan minyak goreng kemasan sederhana.

Penetapan HET Daging Beku Tak Mampu Goyang Harga Daging Segar
TRIBUN MEDAN/JEFRI SUSETIO
Seorang pedagang daging memotong daging sapi permintaan langganan di Pusat Pasar Kota Medan, Minggu (24/1/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemdag) berencana melanjutkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk daging beku. Sebelumnya HET daging beku sebesar Rp 80.000 per kg diberlakukan menjelang Lebaran untuk menstabilkan harga.

Selain daging beku, Kemdag juga akan melanjutkan HET gula dan minyak goreng kemasan sederhana.

Terkait rencana untuk terus memberlakukan HET daging beku ini, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana melihat, tidak akan berpengaruh terhadap peternak lokal.

Sebab menurutnya, walau ada HET daging beku, namun harga daging sapi segar bakal tetap bertahan tinggi seperti saat ini.

Menurutnya, tak mungkin harga daging segar bersanding dengan daging beku yang dijual sesuai HET.

Peternak dipastikan akan merugi bila harga daging sapi segar dipaksakan sesuai HET. Hal ini dikarenakan pihak pedagang pasti akan menekan harga beli dari peternak secara signifikan.

"Harga daging sapi segar idealnya memang di atas Rp 100.000 per kg, harga ini tidak bisa turun karena peternak tak mau rugi," tutur Teguh, Selasa (12/9/2017).

Saat ini harga daging sapi segar di pasaran bertahan tinggi pada harga Rp 120.000 per kg.

Teguh bilang, kebijakan HET daging beku tidak memberikan keuntungan bagi peternak. Kebijakan ini dituding hanya menguntungkan Bulog sebagai importir dan juga para distributornya.

Teguh mengaku tak keberatan dengan langkah perpanjangan HET daging beku yang artinya akan memperpanjang daging sapi murah di pasaran.

Halaman
123
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help