Investor dari London, Paris, dan New York Jajaki Investasi Pariwisata

Hiramsyah mengatakan, WCA sangat berharap dapat turut membantu mempromosikan peluang investasi di "10 Bali baru"

Investor dari London, Paris, dan New York Jajaki Investasi Pariwisata
Tribun Timur/Muhammad Abdiwan
Wisatawan mancanegara penumpang kapal pesiar Pacific Eden disambut di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (12/6/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Promosi yang tepat dari Kementerian Pariwisata terus membuahkan hasil. Tidak hanya minat kedatangan wisatawan mancanegara, tapi juga minat investor asing ingin menanamkan modalnya di sektor pariwisata.

Ketua Tim Pokja 10 Destinasi Prioritas, Hiramsyah S Thaib, berdasarkan data yang dipaparkan CEO Wellington Capital Advisory (WCA), David Burke, investor dari London, Paris dan New York tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

"Investor meminta kajian untuk kelaikan investasi di sektor pariwisata di Indonesia terutama kliennya (WCA) dari London, Paris dan New York," ujar Hiramsyah, Jumat (12/10/2017).

Hiramsyah mengatakan, WCA sangat berharap dapat turut membantu mempromosikan peluang investasi di "10 Bali baru" maupun destinasi lainnya. Rencananya mereka ingin menanamkan modal di sektor perhotelan.

"Karena sudah mendapat banyak interest dan letter of intent untuk berinvestasi di sektor perhotelan dan pariwisata di beberapa wilayah di Indonesia," kata Hiramsyah.

Penawaran kerja sama yang diajukan WCA ini tidak mengenakan beban biaya untuk Indonesia. WCA hanya meminta untuk diberikan berbagai materi dan lokasi-lokasi potensial destinasi investasi pariwisata yang lahannya bebas dari sisi perizinan.

"Tentunya yang sejalan dengan arah pengembangan pemerintah," ungkap Hiramsyah.

Selanjutnya WCA akan membantu memasarkan peluang destinasi investasi pariwisata kepada kliennya dan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kemenpar.

Khususnya dalam pemenuhan kebutuhan investasi di sektor pariwisata dan private sektor untuk pemenuhan amenitas yang nilai kebutuhannya mencapai 10 miliar dolar AS.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help