Pemerintah Apresiasi Penuh Program IPS Sampoerna Perkuat Daya Saing Agro Industri

Sampoerna melalui perusahaan pemasoknya menerapkan sistem pertanian tembakau yang efisien dan terpadu

Pemerintah Apresiasi Penuh Program IPS Sampoerna Perkuat Daya Saing Agro Industri
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Petani tembakau mitra dari PT HM Sampoerna Tbk sedang memanen tembakau di Desa Pijot Utara, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kamis (7/9/2017). Program kemitraan Sampoerna kini juga telah diimplementasikan di beberapa daerah penghasil tembakau seperti Rembang, Wonogiri, Malang, Jember, Blitar dan Lumajang. Program ini diharapkan menjadi solusi atas salah satu permasalahan tembakau di Indonesia, yaitu belum maksimalnya serapan tembakau lokal. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementeriaan Koordinator Bidang Perekonomian siap mendukung penuh pelaksanaan program pertanian terpadu dan berkelanjutan yang fokus pada peningkatan kesejahteraan petani seperti yang dilakukan oleh PT HM Sampoerna Tbk melalui program Integrated Production System (IPS) atau Sistem Produksi Terpadu.

Dalam penerapan program kemitraan tersebut, Sampoerna melalui perusahaan pemasoknya menerapkan sistem pertanian tembakau yang efisien dan terpadu. Program ini berhasil menciptakan produk pertanian yang memiliki nilai daya saing tinggi serta menghasilkan kondisi lingkungan yang tetap terjaga.

Melalui diskusi media dengan tema “Kemitraan Kunci Menuju Pasokan Tembakau Berkelanjutan di Indonesia” di Jakarta, Deputi Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementeriaan Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan dukungannya terhadap program kemitraan yang dijalankan oleh Sampoerna kepada para petani tambakau ini.

Menurutnya, program kemitraan ini menciptakan bentuk sinergitas yang baik sehingga turut memperkuat daya saing di Industri.

“Kami melihat program kemitraan yang dilakukan Sampoerna merupakan kerjasama sektoral yang baik sehingga dapat menguatkan komoditi itu sendiri,” paparnya di ICE BSD Tangerang, Rabu (12/10/2017).

Menurut Musdhalifah, dalam sektor agro industri, untuk menciptakan industri yang berdaya saing tinggi para pelaku usaha pasti memastikan kesiapan bahan baku hingga produk yang memiliki standar kualitas tinggi. Oleh karena itu, sebuah jaminan dengan kualitas tinggi mulai ketersediaan bibit hingga potensi pasar yang dapat dijangkau menjadi penting.

Pelaksanaan program kemitraan yang dijalankan oleh Sampoerna sejalan dengan Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2015-2019 yang menitikberatkan pada kesejahteraan petani melalui sistem produk pertanian yang berkelanjutan.

Leaf Agronomy Manager PT HM Sampoerna Tbk, Bakti Kurniawan menjelaskan petani mitra yang mengikuti program Sistem Produksi Terpadu mampu meningkatkan produktivitas mereka hingga 25 persen.
Sistem produksi pertanian yang berkesinambungan juga merupakan kunci pembangunan sektor pertanian berdaya saing tinggi yang mampu menyejahterakan para petani Indonesia.

“Program ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan inovasi di sektor pertanian sehingga memberikan kesejahteraan kepada petani. Selain itu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis, dalam hal ini pertanian. Perusahaan senantiasa berkomitmen menghadirkan terobosan guna meningkatkan produktivitas mitra bisnis kami agar terus berkembang sehingga akan berdampak terhadap kesejahteraan kehidupan mereka, terutama petani tembakau dan cengkih,” ujar Bakti.

Program ini telah diterapkan sejak 2009 dengan menggandeng sebanyak 27.500 petani dengan luas lahan garapan 24.500 hektar. Program kemitraan memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para petani sehingga perusahaan memiliki jaminan atas kualitas dan kuantitas tembakau yang dihasilkan.

“Kami juga memperkenalkan teknologi dan praktik terbaik di bidang pertanian. Misalnya, mulai dari teknik pembakaran dengan sistem rocketbarn yang mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 16 persen, serta alat aplikasi penghambat tunas yang mampu menghemat waktu pengerjaan hingga lebih dari 60 persen,” terangnya.

Program kemitraan ini pun sudah dijalankan di beberapa kota penghasil tembakau di Indonesia seperti di Jawa Timur yakni Madura, Jember, Bondowoso dan Lumajang serta wilayah sekitar Jawa Tengah yakni Rembang, Wonogiri, dan Purwodadi.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help