Tokyo Gas dan Bank Perkembangan Jepang Beli 33% Saham Panji Raya Alamindo

Saham 33% tersebut berada di dalam perusahaan Singapura TG&D Singapore Investment Holdings

Tokyo Gas dan Bank Perkembangan Jepang Beli 33% Saham Panji Raya Alamindo
Tokyo Gas
Dari Kiri, Pimpinan Bank Perkembangan Jepang (DBJ), Djauhar Maulidi CEO Rukun Raharja, Tokyo Gas dan pimpinan TG&D Singapore Investment Holdings Pte.Ltd 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Selasa ini (17/10/2017) resmi saham PT Panji Raya Amaindo (PRA) sebanyak 33% dengan nilai sekitar 4 miliar yen dibeli bank perkembangan Jepang (DBJ) dan anak usaha Tokyo Gas yaitu Tokyo Gas Asia (TGA).

"Selasa ini secara resmi 33% saham PRA dimiliki DBJ dan TGA yang dibeli dengan harga sekitar 4 miliar yen," ungkap sumber Tribunnews.com Selasa ini (17/10.2017).

Sisanya 67% dikuasai PT Rukun Raharja Tbk.

Saham 33% tersebut berada di dalam perusahaan Singapura TG&D Singapore Investment Holdings Pte.Ltd (TG&D) di mana DBJ memiliki 48% dan TGA menguasai 52%.

Dengan demikian pemegang saham di PRA yang resmi tercantum adalah 33% TG&D dan 67% dikuasai PT Rukun raharja Tbk. didirikan Desember 1993 denganCEO nya Djauhar Maulidi dengan modal setor sekitar 10,3 miliar yen.

PRA perusahaan Indonesia yangdidirikan Juli 2007 dengan CEO saat ini dipegang Agustinus Hendrayana dan modal setor sekitar 8 miliar yen.

Dengan perubahan pemegang saham tersebut akan terjadi perombakan susunan direksi pula nantinya, tambah sumber itu lagi.

Sebelum dibeli saham PRA dimiliki oleh perusahaan RAJA (99.8%)、dan perusahaan Odira (0.2%)

Bagi jepang dengan masuknya modal perusahaan diharapkan Tokyo Gas akan mengambil lebih baik lagi bisnis konstruksi pembangunan proyek LNG berskala besar dan pembangkit listrik panas bumi di Indonesia akan bisa menjadi bagian dari bisnisnya pula.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help