Home »

Bisnis

»

Mikro

Haruno Yoshida Top 50 Leader Fortune Lihat Indonesia Potensial Berkembang

BT di Indonesia sangat hebat. Penghasilannya terus saja naik puluhan persen setiap tahun.

Haruno Yoshida Top 50 Leader Fortune Lihat Indonesia Potensial Berkembang
Richard Susilo
Haruno Yoshida (53) CEO BT Japan Corporation 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Salah satu dari 50 Top Leader terpilih majalah Fortune tahun ini melihat Indonesia sangat potensial untuk berkembang.

"Indonesia pasar sangat potensial memang dengan 250 juta penduduknya," papar Haruna Yoshida, Top Leader No. 38 versi Fortune tahun ini, khusus kepada Tribunnews.com Rabu ini (18/10/2017).

Yoshida memperkenalkan aplikasi BT Dolby yang bisa di download gratis dan digunakan di Indonesia sehingga bisa memberdayakan rakyat Indonesia lebih baik lagi di masa depan, bekerja menggunakan sistim Teleworks.

"BT di Indonesia sangat hebat. Penghasilannya terus saja naik puluhan persen setiap tahun. Nanti kalau perlu saya kenalkan ke CEO BT Indonesia suatu waktu," ungkapnya lagi.

Potensi bisnis dan pasar Indonesia yang luar biasa baik tersebut merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia untuk berkembang lebih baik lagi dalam waktu dekat di masa depan ini, lanjutnya.

"Pemberdayaan wanita sebenarnya harus dari diri wanita itu sendiri dan tunjukkan hasil berupa angka sehingga nyata bagi semua orang dan bisa berkembang dengan lebih baik karena telah membuktikan lewat angka tersebut. Ini yang terpenting bagi pengembangan wanita mungkin di samping pendidikan untuk wanita yang berada di negara berkembang juga sangat penting."

Posisi wanita di posisi manajemen di Jepang tahun 2020 diperkirakannya akan mencapai 30%.

"Penghasilan yang diperoleh pasangan laki wanita di dunia saat ini mencapai 18 triliun dolar AS. Dari nilai tersebut wanita menguasai 12 triliun dolar AS. Jadi potensi wanita memang sangat besar di dunia," ungkapnya lagi.

Yoshida merupakan wanita Jepang pertama yang duduk sebagai salah satu pemimpin dalam sejarah di Keidanren (Federasi organisasi ekonomi Jepang).

Selain itu dia juga masuk ke dalam tim penasehat khusus PM Jepang untuk bidang reformasi di Jepang, disamping sebagai CEO BT Japan Corporation.

"Belum lagi harus ngurusin anak saya setiap hari, wah kalau dilihat tugas saya mungkin 4000 kali lebih berat dari wanita biasa, artinya mestinya gaji saya 4000 kali lebih besar dari sekarang ya? Negosiasi ah dengan bos saya supaya naik gaji," ungkapnya sambil bercanda.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help