Menteri Pariwisata Keluhkan Anggaran Kurang untuk Biaya Promosi Tahun 2018

"Dampak jangka panjang tidak bagus, investasi terbesar, promosi di branding untuk long term," ungkap Arief.

Menteri Pariwisata Keluhkan Anggaran Kurang untuk Biaya Promosi Tahun 2018
TRIBUNNEWS/ADIATMA FAJAR
Menteri Pariwisata Arief Yahya 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di APBN 2018, anggaran untuk sektor pariwisata ditetapkan Rp 3,7 triliun. Angka tersebut masih sangat jauh lebih rendah jika dibandingkan kebutuhan anggaran untuk biaya menaikkan brand Wonderful Indonesia dan promosi destinasi wisata Indonesia di dalam dan luar negeri.

"Kurang, anggaran kita Rp 3,7 triliun. Itu jauh, kita minta Rp 9 triliun," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya di Indonesia Tourism Outlook 2018 di Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Menurut Arief, anggaran yang kurang berdampak terhadap promosi ke depan. Karena di tahun-tahun mendatang Arief menilai dana yang dibutuhkan akan lebih besar lagi.

"Dampak jangka panjang tidak bagus, investasi terbesar, promosi di branding untuk long term," ungkap Arief.

Baca: Hari Ini, Yamaha Luncurkan Uji Coba Pasar Motor Listrik di Indonesia

Baca: Anies Baswedan: Pemasukan Pajak dari Alexis Tidak Ada Artinya Dibandingkan Tegaknya Aturan di DKI

Arief menyebut sebagai Menteri harus memikirkan investasi jangka panjang. Sehingga pada pemerintahan berikutnya tidak akan terlalu sulit mempromosikan brand Wonderful Indonesia dan destinasi wisata di dalam negeri.

"Satu negara pemerintahan 10 tahun cepat, jangan pikirkan menteri saat dia memimpin saja," papar Arief.

Mantan Direktur Utama PT Telkom Indonesia menambahkan tahun depan Kementerian Pariwisata akan bekerja keras untuk menjual destinasi wisata dengan anggaran yang ada.

"Kalau dia di marketing branding sangat besar, biaya untuk itu tidak ada, kita disuruh jualan saja," jelas Arief.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help