Seminar di BNI Tokyo, Mantan Kenshusei Tularkan Tips Sukses Jadi Pengusaha

Asriyadi Chahyadi yang juga mantan Pekerja Magang (Kensushei) di Jepang, saat ini telah memiliki perusahaan di Jepang

Seminar di BNI Tokyo, Mantan Kenshusei Tularkan Tips Sukses Jadi Pengusaha

TRIBUNNEWS.COM --- BNI Tokyo sebagai Bank dari Indonesia yang beroperasi di Jepang menyelenggarakan seminar kewirausahaan bagi Warga Negara Indonesia yang saat ini bekerja dan menetap di Jepang. Peserta mendapatkan pembekalan lengkap tentang memulai berbisnis, sejak mempelajari kebutuhan pelanggan, memproduksi, mendapatkan pembiayaan awal, hingga mempertahankan bisnisnya.

Seminar berjudul Start Your Own Business ini diadakan di dua kota di Jepang yaitu Nagoya dan Sendai pada tanggal 11 dan 12 November 2017. Hadir pada kedua kesempatan tersebut General Manager BNI Tokyo Eko Setyo Nugroho, Ketua Ikatan Pengusaha Eks Kenshusei (Pekerja Magang) Indonesia (IKAPEKSI) Dewan Pimpinan Daerah Osaka sekaligus pemilik perusahaan Miyako Setsubi Kougyo Asriyadi Chahyadi, para pembicara yang merupakan mantan Kenshusei dan sudah sukses menjadi pengusaha, serta sekitar 300 peserta seminar. Beberapa peserta sengaja hadir dari kawasan yang terpaut jarak 5 jam perjalanan seperti dari Kabupaten Kesenuma.

“Kami membekali pekerja magang Indonesia yang bekerja di Jepang dengan pengetahuan kewirausahaan, dengan membagi pengalaman berwirausaha langsung dari pengusaha-pengusaha yang sebelumnya adalah mantan pekerja magang Indonesia di Jepang," ujar Eko.

Asriyadi Chahyadi yang juga mantan Pekerja Magang (Kensushei) di Jepang, saat ini telah memiliki perusahaan di Jepang yang produknya bahkan telah dipakai pabrik pesawat di Jepang dan pabrik-pabrik lainnya di Jepang.

"Pada saat saya menjadi pekerja di Jepang, saya belajar siang dan malam dalam bidang PVC sehingga skill yang saya punyai saat ini telah membuat produk saya banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Jepang. Saat ini saya telah merubah status saya, dimana dulu saya hanya seorang pekerja, sekarang telah memiliki perusahaan dan bahkan sebagian karyawan saya adalah orang Jepang. Intinya agar bisa mencapai impian, kita harus bekerja dan belajar sekuat tenaga untuk mencapainya”.

Pembicara lainnya, H. Makmur Parakkasi, pemilik PT Alam Jaya Graha Kerawang yang juga merupakan mantan Kensushei saat ini telah memiliki ratusan karyawan dan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang transportasi dimana pelanggannya adalah perusahaan-perusahaan Jepang yang ada di Indonesia.

“Saat saya bekerja di Jepang banyak ilmu mengenai etos kerja orang Jepang yang saya dapatkan dimana banyak dari mereka yang juga membangun usaha dari nol. Prinsip saya dalam berusaha adalah bekerja, bekerja dan bekerja. Berkat ketekunan dan jeli melihat kebutuhan pelanggan dan kepercayaan dari pelanggan serta dukungan yang baik dari karyawan, maka sekarang perusahaan saya semakin berkembang. Oleh karena itu saya berbagi pengalaman dengan adik-adik Kensushei yang sekarang bekerja di Jepang untuk selalu termotivasi untuk mencari ilmu yang sebanyak-banyaknya selama di Jepang dan tidak menggunakan penghasilan selama bekerja di Jepang untuk keperluan konsumtif, sehingga begitu pulang ke Indonesia mereka bisa memulai usaha sendiri dan bermanfaat untuk masyarakat”.

Pengalaman usaha lainnya juga dibagikan oleh M Guntur Halatulu, mantan Kensushei di Jepang juga yang sekarang memiliki usaha di bidang IT. "Dalam membangun usaha kita perlu jeli melihat peluang dan berani memulai usaha", pesannya.

Jumlah warga Negara Indonesia yang saat ini menetap di Jepang kurang lebih 40,000 orang, dimana sekitar 20,000 orang merupakan pekerja magang (kensushei) di perusahaan-perusahaan Jepang diberbagai bidang, antara lain Otomotif, Elektronik, Pertanian, Perikanan, Konstruksi, Industri Pengolahan.

Setelah kontrak mereka selama tiga tahun biasanya mereka akan kembali dan bekerja di Indonesia. Sebagian dari mereka mendirikan usaha dengan etos kerja, keahlian dan modal yang mereka kumpulkan selama menetap dan tinggal di Jepang.

“Semoga seminar ini dapat memberikan bekal yang cukup bagi rekan-rekan yang ingin memulai usaha sekembalinya ke tanah air. Kami berharap setiap peserta dapat mencapai impiannya dan meraih masa depan yang cerah di masa depan dengan berbekal ilmu yang kami berikan," tutup Eko.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help