Indonesia Dapat Pinjaman dari Jepang Sebesar Rp 15,2 Triliun untuk Biayai Dua Proyek

Sri Mulyani pun berharap kerjasama dengan Indonesia-Jepang semakin erat, dan saling menguntungkan.

Indonesia Dapat Pinjaman dari Jepang Sebesar Rp 15,2 Triliun untuk Biayai Dua Proyek
Apfia Tioconny Billy
Penandatanganan kerjasama perjanjian antara Kementerian Keuangan dan Japan International Cooperation Agency (JICA) mengenai pinjaman sebesar Rp 15,2 triliun di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Keuangan melalui Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Japan International Cooperation Agency (JICA), meneken naskah perjanjian pinjaman (loan agreement) sejumlah 127,215 miliar Yen Jepang atau setara Rp 15,2 triliun.

Total pinjaman tersebut akan dialirkan pada dua proyek, pertama senilai Rp 900 miliar untuk pengembangan universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi universitas bertaraf internasional. Sisanya, sebesar Rp 14,3 triliun akan digunakan untuk pembangunan Pelabuhan Patimban, di Jawa Barat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyaksikan penandatanganan mengungkapkan pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang memang telah melakukan berbagai kerjasama. Bahkan tahun depan kerjasama pemerintah Indonesia dan Jepang telah memasuki tahun ke-60.

"Kita semua tahu hubungan Indonesia dengan pemerintah Jepang sudah sangat lama. Tahun depan akan ada perayaan hubungan 60 tahun dengan Jepang, kerja sama akan terus diperkuat di dalam kegiatan ekonomi perdagangan," ungkap Sri Mulyani, di gedung Kementerian Keuangan, Rabu (15/11/2017).

Dengan momentum ini, Sri Mulyani pun berharap kerjasama dengan Indonesia-Jepang semakin erat, dan saling menguntungkan.

"Saya berharap dengan kerja sama ini merupakan salah satu cerminan dr upaya untuk memperkuat kerja sama yang produktif, dari kedua belah pihak," tutur Sri Mulyani.

Skema pinjaman dana untuk pembangunan Pelabuhan Patimban ditetapkan bunga tetap sebesar 0,1 persen per tahun dengan masa tenggang 12 tahun dan masa pembayaran kembali 28 tahun. Jangka waktu pinjaman ini adalah 40 tahun.

Sedangkan mekanisme pinjaman untuk proyek pembangunan kampus UGM ditetapkan bunga floating dengan masa tenggang 7 tahun dan masa pengembalian pinjaman 18 tahun.

Jangka waktu pinjamannya selama 25 tahun dan merupakan jenis pinjaman lunak.

Proyek Pelabuhan Patimban diharapkan bisa segera dilakukan soft opening pada Maret 2019. Adapun pembangunan kampus UGM dari dana pinjaman Jepang, difokuskan untuk membuat 10 learning centers dalam rangka memperkuat aktivitas pengembangan dan riset, kerja sama dengan komunitas lokal dan industri, serta pengembangan sumber daya manusia.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help