Pemagang Indonesia di Jepang Teleconference dengan Pengusaha Kecil Binaan Bank Mandiri

Beberapa pengusaha kecil arahan dari Bank Mandiri yang telah kembali ke Indonesia berkomunikasi langsung dengan para pemagang Indonesia.

Pemagang Indonesia di Jepang Teleconference dengan Pengusaha Kecil Binaan Bank Mandiri
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Trilaksito Singgih, Senior Vice President Consumer Deposits Bank Mandiri sedang menjelaskan usaha wiraswasta kepada para pemagang Indonesia di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa pengusaha kecil arahan dari Bank Mandiri yang telah kembali ke Indonesia, baik yang pernah bekerja di Hong Kong dan di Jepang berkomunikasi langsung dengan para pemagang Indonesia yang masih ada di Jepang, Minggu (27/11/2017).

"Mbak selamat ya bisa sukses kembali ke Indonesia. Kuncinya apa sih mbak?" tanya seorang pemagang Indonesia kemarin lewat teleconference saat pelatihan Mandiri Sahabatku, Minggu (26/11/2017) bagi para Tenaga Magang Indonesia (jishusei) dan tidak dipungut biaya apa pun.

Di pihak Indonesia saat muncul gambarnya di layar, delapan wanita cantik yang pernah mendapat pelatihan di Johnny Andrean mengungkapkan agar semua pemagang semangat selalu dan jangan putus asa kalau bekerja di luar negeri.

Program Mandiri Sahabatku di  Tokyo melatih sekitar 200 orang pemagang Indonesia yang ada di Jepang.
Program Mandiri Sahabatku di Tokyo melatih sekitar 200 orang pemagang Indonesia yang ada di Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Jangan putus asa selalu semangat dan jangan lupa banyak menabung ya buat modal usaha di Indonesia nanti," kata para wanita tersebut menanggapi para pemagang di Jepang.

Baca: Bank Mandiri Edukasi Kewirausahaan Para Pemagang Indonesia di Jepang

Pelatihan Bank Mandiri ini bukan hanya sampai di sini tetapi membentuk kelompok di Facebook sampai pulang ke Indonesia saling komunikasi.

Banyak juga yang melakukan pelatihan seperti para wanita itu berlatih 3 bulan di Johnny Andrean.

"Dengan modal para wanita yang pernah magang di Hong Kong itu, mereka membeli sendiri alat sederhana RP 20 juta untuk start awal buka salon masing-masing," kata Trilaksito Singgih, Senior Vice President Consumer Deposits Bank Mandiri kepada Tribunnews.com, Minggu (26/11/2017).

Baca: Mahfud MD Lebih Fokus pada Masalah Korupsi e-KTP Ketimbang Laporan Pengacara Setya Novanto

Setelah 3 bulan dilatih sampai akhirnya mereka dilepas untuk memotong rambut konsumennya sendiri.

"Pada saat buka usaha kemudian kita monitor keliling ke mereka serta mendengarkan keluhannya apa sehingga kita terus dapat membesarkan mereka agar terbantu dalam usaha wiraswastanya," tambah Trilaksito.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help